Radarjombang.id - Jumlah atlet yang akan dikirim ke pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim 2025 dipastikan berkurang jika dibanding Porprov 2023.
Pasalnya, dana hibah yang diterima KONI hanya Rp 2,2 miliar, termasuk untuk akomodasi Porprov.
’’Tahun ini ada tambahan Rp 250 juta, tapi itu sudah termasuk dengan akomodasi dan persiapan Porprov,’’ kata Ketua KONI Jombang, Sumarsono, kemarin.
Tahun lalu, KONI mendapatkan dana pembinaan Rp 2 miliar.
Tahun ini bertambah Rp 250 juta menjadi Rp 2.250.000.000.
Hanya saja nilai itu sudah termasuk persiapan Porprov 2025 sekaligus akomodasinya.
Dampaknya, KONI memastikan jumlah atlet yang akan dikirim ke Porprov bakal lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun 2023.
Pada 2023, KONI mendapat dana hibah Rp 2 miliar, diterima penuh untuk pembinaan.
Sementara akomodasi Porprov masih ditanggung oleh Disporapar Jombang. Saat itu, Jombang mampu memberangkatkan 289 atlet.
Sementara tahun ini, KONI Jombang hanya dapat memberangkatkan sekitar 250 atlet dari 45 cabor.
’’Ini belum data final, 45 cabor belum semuanya menyerahkan data ke kami,’’ katanya.
Sumarsono memastikan, dana pembinaan yang akan diberikan kepada cabor akan berkurang banyak. Sebab, anggaran difokuskan untuk akomodasi Porprov.
’’Memang setiap ada Porprov dana akan kami pakai untuk persiapan Porprov, setelah itu baru sisanya dibagi untuk pembinaan cabor,’’ jelasnya.
Pelatih karate Jombang, Aditya Harja Nenggar, mengatakan, karate hanya mendapatkan jatah 12 atlet. Sedangkan pada 2023 lalu 14 atlet.
Menurutnya, jumlah tersebut terlalu sedikit untuk cabor karate yang selalu memberikan kontribusi medali yang banyak di Porprov.
’’Seharusnya malah ditambah, mengingat kontribusi cabor karate dalam Porprov selalu menyumbang medali emas,’’ ungkapnya kecewa.
Namun, karena telah menjadi kebijakan dan harus dipatuhi, maka atlet berpotensi yang lain bakal dikirimkan dengan biaya mandiri. ’’Sisanya akan berangkat mandiri,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Achmad RW