RadarJombang.id – Ketidakjelasan pelaksanaan pekan olahraga kabupaten (Porkab) untuk seleksi pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim tahun ini membuat sejumlah cabang olahraga (cabor) resah.
Seleksi mandiri yang diadakan cabor juga dinilai memberatkan.
Apalagi Porprov adalah olahraga berjenjang yang bergengsi di tingkat Jawa Timur.
Persiapan yang matang, dan seleksi serius harus dilakukan di tingkat kabupaten.
’’Porprov ini event berjenjang, bagaimana bisa ada Porprov kalau tidak ada Porkab. Tahun 2024 tidak ada Porkab, tahun 2025 masak tidak ada porkab lagi,’’ kata Samsu, pelatih tarung derajat Jombang, kemarin.
Menurutnya, Porkab sebagai bagian dari persiapan serius di tingkat kabupaten.
Sebab setelah Porkab biasanya ditindaklanjuti oleh cabor dengan menggelar puslatkab, beberapa bulan menjelang Porprov.
’’Saya bahkan bisa tebak, nanti jawabannya anggaran tidak ada karena dipakai untuk Porprov. Lalu kenapa tidak diadakan tahun lalu,’’ kritiknya.
Menurutnya, seleksi yang asal-asalan hanya dengan melakukan pemantauan dari pelatih tidak akurat dan tidak objektif.
Apalagi olahraga adalah aktivitas yang terukur secara fisik. Semua atlet di Jombang memiliki hak yang sama untuk menjadi yang terbaik tingkat kabupaten sebelum dikirim ke tingkat provinsi.
’’Kalau soal pemantauan dan pembinaan, tanpa diminta itu sudah kami lakukan setiap hari. Tanpa perintah juga sudah dilakukan, tapi jika tidak ada seleksi yang adil, maka akan berdampak pada perkembangan cabor yang akan berangkat nanti,’’ katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Percasi Jombang, Mustawan Yusuf, mengatakan, seleksi di internal Percasi bakal dilaksanakan Februari mendatang. Sebab catur bakal mengikuti pra Porprov pada April.
’’Rencana kami seleksi sebelum puasa, karena pra Porprov setelah Lebaran,’’ katanya.
Ia tetap berharap Porkab diadakan, karena Porkab penting untuk menjaring atlet dalam uji tanding. Serta menjadi stimulus bagi atlet agar lebih giat berlatih.
’’Tapi kita tidak menunggu Porkab, kelamaan, karena cabor catur ada pra Porprov, kita fokus di pra dulu. Setelah seleksi selesai, akan kita bina secara intensif,’’ jelasnya.
Sementara itu, ketua KONI Jombang, Sumarsono, mengatakan, saat ini pihaknya bersama pengurus bidang Binpres masih konsentrasi mengumpulkan data atlet yang bakal diproyeksikan untuk ikut Porprov.
’’Masalah koordinasi dengan Dispora Jombang dilakukan insidental, barangkali ada hal yang perlu mendapatkan masukan dari Disporapar,’’ ucapnya.
Kepala Dispoarapar Jombang, Bambang Nurwijanto, saat ditanya soal porkab 2025 masih belum memberikan jawaban yang gamblang. ’’Belum (ada Porkab tahun ini),’’ singkat Bambang. (wen/jif)
Editor : Achmad RW