Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Puluhan Atlet Potensial dari Jombang Terancam Tak Bisa Tampil di Popda Jatim

Wenny Rosalina • Kamis, 26 September 2024 | 21:19 WIB
Ilustrasi Popda Jatim 2024
Ilustrasi Popda Jatim 2024

RadarJombang.id – Puluhan atlet potensial dari Jombang terancam tak bisa tampil di Popda Jatim 2024.

Hal itu menyusul Persiapan Pemkab Jombang untuk pekan olahraga pelajar daerah (Popda) Jatim 2024 tak serius.

Anggaran yang dialokasikan untuk Popda Jatim 2024 juga terlalu minim.

’’Kami sudah siapkan atlet bahkan sejak tahun lalu. Popda event yang sangat ditunggu, malah kuota dibatasi, ini sangat kami sesalkan,’’ kata ketua induk cabor panahan (Perpani) Jombang, M Zulfani (26/9).

Panahan mendapat kuota dua atlet. Padahal telah menyiapkan tiga pemanah.

Zulfani membaca peluang besar di nomor beregu yang harus diikuti minimal tiga atlet.

Apalagi, ketiganya sudah disiapkan sejak Oktober tahun lalu. ’’Untuk juara perlu persiapan lama,’’ ujarnya.

Ketiganya juga aktif menambah jam terbang. Serta memenangkan beberapa lomba yang diikuti.

Ia berharap, mendapatkan fasilitas surat rekomendasi, meski tidak dibiayai Pemkab Jombang keberangkatannya.

’’Kami berharap tambah satu atlet, walaupun biaya mandiri kami sangat siap. Ini demi mengharumkan nama Jombang,’’ jelasnya.

Pengurus Wushu Indonesia (WI) Jombang, Imam Taufik,  juga telah menyiapkan lebih dari 10 atlet. Namun jatahnya hanya dua atlet.

Ia berharap, Disporapar Jombang memberikan fasilitas untuk pelajar Jombang mengikuti Popda Jatim 2024.

Ia memaklumi jika minim anggaran, dan siap untuk berangkat dengan biaya mandiri.

’’Semua demi Kabupaten Jombang, meski diharuskan mandiri, karena minim anggaran, kami bisa memaklumi. Jangan sampai anak-anak pupus harapan karena kakunya aturan dan kebijakan yang terkesan membatasi,’’ ungkapnya.

Wakil Ketua Shorinji kempo (Perkemi) Jombang, Dear Satriya Dzikria, telah mempersiapkan delapan atlet terbaiknya. Semuanya potensial juara Popda.

Mereka juara pada kejuaraan pelajar Piala Kadispora Jatim Mei lalu. Namun kuota di Popda hanya dua.

Pelatih karate, Aditya Harja Nenggar, juga berharap dibolehkan berangkat biaya mandiri. Karena banyak karateka yang berpeluang dapat medali emas.     

Popda di Sidoarjo tahun lalu, karate menyumbang tiga medali emas.

’’Tahun ini target kami menyumbangkan dua medali emas, atau bahkan tiga seperti tahun lalu. Tapi karena dari 13 kelas yang dilombakan hanya dua atlet yang boleh ikut, maka kami pilih mundur,’’ tegasnya.

Kepala Disporapar Jombang, Bambang Nurwijanto, belum menjelaskan rinci, mengapa Disporapar hanya memfasilitasi dua atlet per cabor.

’’Besok (hari ini) saja ke kantor penjelasannya,’’ singkatnya. (wen/jif/riz)

 

 

 

Editor : Achmad RW
#2024 #alasannya #Jombang #potensial #atlet #Popda Jatim