Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Aseldat Jala Badra Trimianto, Karateka Cilik Andalan Jombang dengan Koleksi Ratusan Medali

Wenny Rosalina • Minggu, 15 September 2024 | 18:35 WIB
Aseldat Jala Badra Trimianto, karateka cilik Jombang dengan koleksi ratusan medali
Aseldat Jala Badra Trimianto, karateka cilik Jombang dengan koleksi ratusan medali

RadarJombang.id - Siswa SMPN 2 Jombang, Aseldat Jala Badra Trimianto, berhasil membawa harum nama Jawa Timur dan Kabupaten Jombang di ajang bergengsi olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN).

Asel meraih medali perunggu pada cabang karate. Itu tak luput dari perjuangannya, yang sudah berlatih karate sejak kecil.

’’Saya sudah latihan karate sejak TK,’’ kata alumnus TK dan SDI Roushon Fikr Jombang.

Tahun ini, Asel mengharumkan nama sekolah dengan menjadi yang terbaik di Kabupaten Jombang dalam O2SN karate putra.

Baik di kategori kata (seni) maupun kumite (tanding). Sehingga ia mewakili Jombang ke tingkat provinsi.

Di provinsi, ia kembali menjadi yang terbaik. Meraih medali emas di kategori kumite, dan perak di kata.

Dia mengantongi poin tertinggi dibanding peserta lain. Ia pun maju ke O2SN SMP tingkat nasional pada 19-25 Agustus di Jakarta.

Hasilnya, ia kembali menjadi yang terbaik. Meraih perunggu di kategori kumite.

Asel, sapaan akrabnya, mulai aktif latihan karate diajak sang kakak, Atrimdia Jala Nando Trimianto. Mulanya, dia ada rasa takut dengan pelatih dan malas latihan.

Oleh kedua orang tuanya, Yuyun Trimianto dan Dian Maretnowati, Asel terus dimotivasi, agar giat berlatih.

Dorongan orang tuanya berhasil, Asel jadi atlet berprestasi. Buah dari disiplin dan konsisten dalam latihan.

Ia mengikuti kejuaraan pertamanya di Jombang Open. Saat itu, ia masih kelas 1 SD dan meraih medali emas kumite.

’’Waktu itu hanya ikut kejuaraan di dalam kota saja, di luar kota masih belum. Baru tanding ke luar kota mulai kelas 3 SD,’’ katanya.

Ia masuk SMPN 2 Jombang melalui jalur prestasi karate. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Asel menjadi binaan pelatih Adhe Rengga Drestian dan Aditya Harja Nenggar di Jombang Karate Club (JKC). Hampir setiap hari Asel menjalani latihan.

’’Setiap hari latihan, kecuali pas les mapel (mata pelajaran),’’ jelasnya.

Ia juga menambah latihan mandiri di rumah. Asel yang basicnya di kumite juga sering berlatih kata.

’’Latihan kata buat selingan. Sebetulnya bisa keduanya, tapi lebih condong ke kumite sejak awal. Tapi kalau di rumah masih latihan kata. Kalau bisa keduanya, kenapa tidak, jadi diasah terus,’’ jelasnya.

Ia merasakan susah dan senang menjadi atlet. Senangnya, ketika ia mengikuti kejuaraan di luar kota, sekaligus jalan-jalan dan banyak teman.

Susahnya, ketika ia melihat teman-teman seumurannya bermain, sementara ia harus sibuk latihan.

Risiko cedera sudah menjadi makanannya sehari-hari. Apalagi ia lebih sering turun di nomor kumite.

Tapi ia selalu menjalaninya dengan senang hati. Sebab sudah mengetahui, jika risiko cedera selalu ada pada semua atlet.

’’Karena sadar itu risiko, maka saya tidak pernah trauma,’’ tegasnya.

Bungsu dua bersaudara ini mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Mulai dari memenuhi fasilitas yang diberikan.

Baca Juga: Dzakira Syamra Assyauqie, Gadis Cilik Asal Jombang yang Punya Bakat Menyanyi Sambil Main Piano

Selalu mengantar dan mendukung setiap kejuaraan. Serta membelikan peralatan karate yang ia butuhkan.

Di rumah, Asel memiliki dua lemari besar untuk menyimpan medali dan trofi yang diperoleh. Satu untuknya dan satu untuk kakaknya, Nando. Asel sudah mengumpulkan lebih dari 100 medali.

Yang terbaik, O2SN tingkat nasional juara 3 kumite. Medali emas kejuaraan internasional di Unesa 2023.

Medali emas kumite kejuaraan internasional di Malaysia 2023. Medali perak kejurprov Forki Jatim 2024.

Dari banyak prestasi yang ia dapatkan, Asel juga sering mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan.

Uang tersebut ia tabung, yang kemudian digunakan untuk membeli peralatan tanding yang dibutuhkan.

Seperti pelindung badan, pelindung tulang kering, pelindung kaki dan pelindung wajah.

’’Pelindung wajah sudah tidak pakai lagi sejak SMP. Waktu masih SD dulu pakai. Ujung-ujungnya semua untuk karate,’’ jelasnya.

Ia juga aktif di atletik. ’’Pernah juara 1 lempar cakram di Kejurda dan juara 2 Popkab,’’ ungkapnya. (wen/jif/riz)

Editor : Achmad RW
#cilik #koleksi #Karateka #Jombang #medali #Ratusan