RadarJombang.id - Ahmad Husein Mansyur Buchori siswa SMPN 1 Perak, baru-baru ini meraih dua medali di ajang bergengsi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional cabang silat.
Tidak hanya jago silat, atlet cilik asal Jombang ini juga jago olahraga senam artistik.
’’Saya mulai belajar pencak silat kelas 3 SD, belajar senam artistik kelas 4 SD,’’ kata alumnus SDN Plosogenuk 1 Kecamatan Perak.
Ketika itu, gurunya yang mengizinkan langsung kepada kedua orang tua Husein. Setelah dapat lampu hijau, Husein mulai bergabung dengan perguruan silat Persinas Asad.
Husein menunjukkan progres yang bagus. Dia spesialis turun di kategori seni tunggal.
’’Tahun ini saya juga meraih juara tiga kejurprov pencak silat,’’ ucapnya.
Husein baru tahun ini turun di O2SN. Ia mulai mengikuti seleksi di tingkat kabupaten dan meraih juara 1. Kemudian di Jatim juga juara 1. Sehingga ia dikirim ke tingkat nasional.
Sebelum mengikuti O2SN tingkat nasional, ia mempersiapkan diri dengan latihan sehari dua kali pada sore dan malam hari. Itu dia lakukan setiap hari.
’’Tidak ada pembinaan tingkat provinsi, saya latihan sendiri di sanggar,’’ ungkap pesilat yang mengidolakan atlet nasional Syarief Hidayatullah tersebut.
Usahanya berbuah manis, ia meraih dua medali sekaligus. Perak di nomor seni tungal, dan medali perunggu di nomor solo kreatif pencak silat.
Husein juga membawa pulang uang pembinaan senilai Rp 15 juta. Rinciannya, Rp 10 juta dari medali perak, dan Rp 5 juta dari medali perunggu.
Atas prestasi tersebut, Husein didampingi kepala SMPN 1 Perak, Parsum Sukowibowo dan pelatihnya, Iwan Setiawan, menerima penghargaan dari Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo di Ruang Istijab Kantor Pemkab Jombang (6/9).
Ia mendapatkan piagam penghargaan serta uang pembinaan senilai Rp 2 juta untuk medali pera dan Rp 1,5 juta untuk perunggu.
Putra pasangan M Romli dan Fina Ariyani Kartika Putri yang tinggal di Desa Gadingmangu Kecamatan Perak ini juga jago di senam artistik.
Mulai gabung latihan senam artistik sejak kelas 4 SD bersama pelatihnya Mardi. Husein berhasil meraih prestasi gemilang di senam.
’’Awalnya saya diajak kakak saya untuk ikut latihan, kakak saya Mas Davi. Dia lebih dulu ikut senam. Setelah diajak, saya mulai ikut latihan sampai sekarang,’’ kata anak keempat dari lima bersaudara tersebut.
Siswa kelas 9-I SMPN 1 Perak ini latihan senam ketika sore. Latihan lebih intens ketika hendak mengikuti kejuaraan di luar kota.
’’Akhir tahun ini ikut Popda (pekan olahraga pelajar daerah) senam artistik dengan alat ring, insya Allah di Porprov tahun depan juga sama. Targetnya ingin juara satu, untuk membanggakan orang tua, dan mengharumkan nama Kabupaten Jombang,’’ jelasnya.
Kesuksesannya dalam meraih prestasi olahraga, tak luput dari doa orang tua, latihan yang bersungguh-sunggu, diimbangi dengan mengaji, tanpa meninggalkan salat, dan ibadah.
’’Salat dan ibadah lain sangat tidak mengganggu, dan saya selalu percaya, tidak ada proses yang sia-sia,’’ katanya.
Kedua orang tuanya juga memberikan dukungan besar atas usaha Husein. Mereka selalu mendukung dan mengantar ketika mengikuti kejuaraan.
Husein sangat dekat dengan kedua orang tuanya. Ia selalu mengkomunikasikan kegiatannya selama latihan, dan progres yang berhasil ia jalani.
’’Saya lebih senang silat, karena sudah menguasai, seru, dan banyak teman. Mama lebih senang saya senam,’’ kata siswa yang lahir pada 24 Januari 2010 tersebut.
Baca Juga: Jevan Hafidz Putra Ghanian, Sosok Atlet Tenis Meja Cilik Kebanggaan Jombang
Pada Porprov Jatim di Jember 2022 lalu, Husein berhasil meraih medali perunggu. Atas prestasinya, ia mendapatkan bonus Rp 20 juta dari Pemkab Jombang.
’’Uang yang saya dapatkan ketika memenangkan kejuaraan saya tabung untuk masa depan,’’ urai siswa yang ingin jadi polisi ini.
Berprestasi di bidang olahraga, Husein juga menjalani didikan yang ketat dari orang tuanya.
Dalam pengunaan HP misalnya. Pukul 21.00 WIB, HP sudah disita, dan baru akan diberikan kembali sepulang sekolah. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW