Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hemat Anggaran, Pertina Jombang Pilih Absen Event Kejurda Tinju tingkat Jatim di Probolinggo

Wenny Rosalina • Jumat, 12 Juli 2024 | 01:27 WIB
Salah satu petinju Jombang, Arista, yang bakal ikut Porprov Jatim tahun depan.
Salah satu petinju Jombang, Arista, yang bakal ikut Porprov Jatim tahun depan.

RadarJombang.id – Banyaknya agenda kejuaraan tidak sepadan dengan anggaran yang diterima Pertina Jombang tahun ini.

Akibatnya, pada kejuaraan daerah (Kejurda) Jatim di Kota Probolinggo, Minggu (7/7), petinju Jombang absen.

Mereka fokus pada kejuaraan di Ngawi 8-10 Agustus mendatang.

’’Kita baru ikut kejuaraan di Jember Juni kemarin, dan bulan depan ke Ngawi. Jadi yang di Kota Probolinggo kita absen dulu, hemat anggaran,’’ kata Wakil Ketua Pertina Jombang, M Jhono, kemarin.  

Tahun ini, Pertina menerima dana pembinaan Rp 15 juta. Tujuh bulan berjalan, sudah tiga kali mengikuti kejuaraan di luar. Di Surabaya, Batu, dan terakhir di Jember.

Dana pembinaan yang diterima sudah menipis, sedangkan persiapan porprov terus dilakukan.

Sembari menunggu kejurprov yang diadakan Pengprov Pertina Jatim, ia kini terus menggeber latihan.

Hasil pembinaan sudah mulai tampak dalam kejuaraan yang diikuti.

Pada Kapolres Jember Cup (13-15/6), Pertina Jombang meraih empat medali emas.

Awaludin di kelas 38 kilogram. Muhammad Santo kelas 86 kilogram.

Arista kelas 46 kilogram. Serta zidan yang turun di usia 18 tahun kelas 46 kilogram.

Baca Juga: Petinju Bondowoso Meninggal Usai Bertanding, Porprov Jatim 2023 Cabang Tinju Tetap Berjalan

’’Mereka berempat beda usia,’’ ujarnya.

Awaludin masih SMP, Santo senior, dan Zidan 16 tahun tapi ikut kelas 18 tahun. Proyeksi porprov sementara ini hanya Arista.

’’Sambil menunggu regulasi, mudah-mudahan usia 18 tahun dipertandingkan lagi.Tahun lalu kita sudah semifinal, tapi karena ada insiden cedera sampai meninggal itu, jadi tidak dilanjutkan,’’ jelasnya.

Jhono mengaku tak pernah menargetkan medali kepada petinjunya. Ia hanya minta untuk latihan disiplin, dan bertanding maksimal diatas ring.

Pembinaan porprov rutin dilakukan tiga kali seminggu.

Menjelang porprov, akan dilakukan training center selama satu bulan penuh, sehari latihan dua kali.

’’Tidak tahu, nanti makan apa. Yang penting bisa latihan satu bulan full,’’ tandasnya. (wen/jif/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#anggaran #hemat #tinju #pertina #Jombang #Kejurda