RadarJombang.id – Keluhan cabor yang menilai jika pemilihan cabor di Popda Jatim 2024 dari Jombang kurang adil ditanggapi Ketua KONI Jombang Sumarsono.
Usulan penambahan cabor akan dilakukan, termasuk opsi menggunakan biaya mandiri.
”Sebetulnya kalau diminta untuk merekomendasikan, saya ingin semua cabor berangkat, tapi kan disesuaikan dengan kuota yang ada,” ungkap Sumarsono.
Ia mengaku, jika ada beberapa cabor yang mengusulkan untuk ikut Popda, meski tidak secara resmi ke KONI Jombang.
”Ya memang ada yang usul melalui grup WA KONI, salah satunya panahan,” ungkap Sumarsono.
Sejauh ini, hanya cabor yang meraih medali di Porprov 2023 saja yang diberangkatkan di Popda.
”Yaitu cabor karate, atletik, senam, shorinji kempo, renang, taekwondo, silat, yang dua saya lupa apa saja,” ungkapnya.
Sembilan cabor itu diusulkan karena telah meraih medali di porprov, memiliki atlet usia pelajar yang diperkirakan bisa meraih medali, serta menyesuaikan dengan kemampuan daerah.
Sebab, kuota atlet yang diberikan juga tidak banyak, satu cabor hanya sekitar 1-3 atlet saja.
”Ya kalau ada cabor yang siap jika biaya mandiri, coba saya koordinasikan ke disporapar, jika diperkenankan ya tidak apa-apa,” jelasnya.
Semua proses pendaftaran dan lain sebagainya melalui disporapar.
Biasanya event popda ditangani Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
”Sebelum-sebelumnya memang melalui dikbud, tapi tahun ini dispora karena kalau dikbud yang ditangani hanya SD dan SMP, sedangkan popda juga sampai SMA,” jelasnya.
Popda Jatim 2024 bakal dilaksanakan akhir tahun ini di Bangkalan Madura.
Karena masih ada waktu yang cukup, Sumarsono bakal lebih sering koordinasi dengan cabor dan disporapar, untuk memaksimalkan kuota yang diberikan. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW