RadarJombang.id - Tahun 2024 ini, KONI Jombang menerima total Rp 2 miliar dana hibah dari APBD Jombang.
Dengan dana mencapai Rp 2 miliar itu, KONI Jombang menyebut 69 persennya akan dipakai untuk dana pembinaan cabor.
Sementara 31 persen sisanya, akan dipakai KONI Jombang akan digunakan untuk operasional kantor.
Sebanyak 69 persen dana hibah KONI Jombang 2024 dialokasikan untuk pembinaan cabang olahraga (cabor). Dana pembinaan dibagi untuk 44 cabor.
’’Ada tiga komponen penggunaan dana hibah. Operasional kantor, rapat-rapat, dan dana pembinaan cabor,’’ kata Ketua Umum KONI Jombang, Sumarsono, kemarin.
Ada dua pembagian dana pembinaan. Pertama, untuk cabor yang diminati masyarakat. Seperti sepak bola, bola voli, basket, dan atletik.
’’Itu cabor yang paling diminati masyarakat,’’ terangnya.
Kedua, disesuaikan dengan prestasi porprov tahun lalu. Prestasi yang dipertimbangkan hanya porprov.
Prestasi lainnya seperti kejurprov, kejurda, atau kejuaraan open internasional sekalipun, tidak berpengaruh pada besaran dana pembinaan yang diberikan.
’’Tolok ukur kami hanya porprov. Prestasi lainnya itu perantara menuju porprov. Target kami sesungguhnya hanya porprov,’’ tegasnya.
Baca Juga: Ini Resep Peraih Medali Cabor Wushu Piala KONI Jatim dari Jombang Biar Jadi Juara
Pembagian dana pembinaan itu dinilai tidak adil oleh tarung derajat yang mendapat satu medali emas pada porprov 2023.
’’Cabor baru nilainya disamakan dengan cabor yang sudah lama dan sudah mendulang banyak prestasi,’’ kata Samsu, ketua harian Kodrat Jombang.
Keluhan itu mencuat setelah KONI melakukan sosialisasi dana pembinaan di ruang pertemuan KONI di GOR Merdeka Jombang (7/3). Samsu tak terima.
Rp 20 juta yang diterima tarung derajat dinilai tak adil jika dibandingkan dengan cabor lain yang tidak banyak prestasi seperti drumband.
’’Drumband juga dapat Rp 20 juta, alasannya karena olahraga disukai masyarakat, emang cabor yang dapat medali tidak disukai masyarakat,’’ keluhnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW