JOMBANG – Tidak semua cabang olahraga di Jombang memiliki tempat yang layak untuk latihan.
Cabang olahraga dibawah naungan Porserosi Jombang misalnya.
Karena tak punya arena, atlet sepatu roda harus mengungsi ke daerah tetangga untuk latihan nomor-nomor tertentu.
Begitupun atlet skateboard Jombang yang terpaksa latihan dengan tempat seadanya.
’’Kita tidak punya arena yang layak untuk sepatu roda maupun skateboard,’’ kata Sutrisno, ketua Porserosi Jombang, kemarin.
Satu-satunya arena skateboard yang ada di Keplaksari dinilai tak layak untuk latihan.
Biasanya, atlet skateboard latihan di depan Pendopo Kabupaten Jombang dengan membawa peralatan seadanya.
Latihan yang dilakukan di jalanan harus ekstra hati-hati.
Begitu juga dengan sepatu roda. Minimnya sarana prasarana mengharuskan atlet untuk latihan di luar daerah.
Latihan yang bisa dilakukan di Jombang hanya kategori freestyle. Sebab, tidak membutuhkan lapangan terlalu luas.
’’Untuk speed membutuhkan tempat yang betul-betul aman dan luas, agar bisa melaju cepat’’ terangnya.
Baca Juga: Pesilat Asal Jombang Siapkan Latihan Mandiri usai Dinyatakan Lolos PON 2024
Ruben, ketua sekaligus pendiri Jombang Skateboarding mengatakan, latihan di tempat yang kurang layak bisa membahayakan.
Apalagi untuk pemula yang baru belajar main skateboard.
’’Kita sudah dibuatkan skate park, tapi kurang pas. Skatepark di Kebonratu lebih kepada BMX, tidak bisa dipakai secara universal,’’ jelasnya.
Pembangunan lapangan olahraga harusnya melibatkan cabang olahraga agar bisa dimanfaatkan secara optimal.
’’Latihan di tempat umum membahayakan orang lain, maupun atletnya. Sudah sering makan korban, kalau jatuh luka-luka, atau kadang terganggu dengan orang lain, karena memang tempat umum,’’ bebernya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW