JOMBANG – Nama atlet berprestasi ini Tesa Febriyani, ia meraih medali perunggu di Porprov Jatim 2023 dari nomor lompat jangkit putri dengan jarak lompatan 11,65 meter.
Perjuangannya meraih prestasi itu, memang tidak mudah. Tessa mengaku harus berlatih keras setiap hari jelang Porproc Jatim 2023.
’’Saya latihan setiap hari, kecuali hari Minggu saja yang libur,’’ kata putri pasangan Dwijo Lukito dan Sri Mukti Handayani tersebut.
Sebelum ikut porprov, akhir tahun lalu ia meraih juara 1 kejurda atletik di Surabaya.
Atletik, sebenarnya juga bukan hal baru bagi Tesa. Ia telah mulai latihan atletik sejak kelas 4 SD. ’’Mulanya saya hanya iseng,’’ ucapnya.
Dwijo Lukito, ayahnya, memang memiliki klub atletik. ’’Karena tertarik, akhirnya saya ikut latihan,’’ ujarnya. Sampai sekarang menjadi hobi.
Ia harus rela mengurangi waktu bersantainya, karena dituntut konsisten latihan pagi dan sore.
Namun ia menyadari, itu risiko atlet yang harus ditanggung.
’’Kalau boleh jujur, sangat berat untuk konsisten. Latihan pagi sore setiap hari. Tapi bagaimana lagi. Semua proses pasti berat, tapi hasil baiknya, kami sendiri yang menuai,’’ urai gadis kelahiran Jombang, 28 Februari 2003 tersebut.
Ia mengaku beruntung, kedua orang tuanya sangat mendukung dan terus memberikan dorongan semangat.
Sebab teman-teman seusianya di klub yang sama, kini banyak yang tidak lagi latihan.
’’Itu yang terkadang membuat saya malas berlatih. Saya merasa latihan sangat jenuh dan tidak ada teman yang seumuran dengan saya,’’ kata mahasiswi prodi Pendidikan Jasmani STKIP PGRI Jombang ini.
Namun, mimpinya untuk ikut PON masih besar. utaanya karena dorongan dari sang ayah.
’’Ayah selalu mendorong saya, selalu mengingatkan saya, buat raih impian saya mengikuti PON. Ayah sangat peduli dengan impian saya. Tidak mau hanya sebuah impian. Sosok ibu juga penting buat saya,’’ ungkapnya.
Kerasnya latihan tak jarang membuatnya cedera. Tesa mengalami cedera lutut dua bulan sebelum porprov.
’’Tapi puji tuhan, Tuhan masih memberikan kesempatan buat saya. Meski cedera, saya tetap bisa,’’ ungkapnya syukur.
Porprov tahun lalu, Tesa meraih medali perak pada nomor lompat jangkit putri.
Tahun ini ia meraih perunggu. Itu karena lawan yang ia hadapi seniornya sendiri dari Sidoarjo, dan atlet pelatnas dari Tuban.
Sebagai peraih perunggu, dia mendapat bonus Rp 10 juta dari Pemkab Jombang. Ia akan menggunakan uang itu untuk persembahan gereja.
’’Juga untuk keperluan pribadi saya. Buat penghargaan pribadi karena sudah berada di titik ini. Meski belum sesuai dengan target yang saya rencanakan,’’ paparnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW