JOMBANG – Evaluasi usai gelaran Porprov Jatim 2023 terus dilakukan tarung derajat.
Mereka akan menggembleng atlet usia dini sejak sekarang. Sehingga pada Porprov Jatim 2025, petarung sudah matang.
’’Kita pembibitan dari usia dini, kelas 1-4 selama lima tahun. Pasti nanti jadi atlet berbakat,’’ kata Samsu, pelatih tarung derajat Jombang, kemarin.
Selama lima tahun itu, Samsu akan menggelar 25 kali tryout dengan 10 kali kejuaraan.
Jam terbang tersebut menurutnya sudah cukup untuk mempersiapkan atlet turun di porprov.
Pembinaan dilaksanakan di dua satuan latihan (Satlat) Polres Jombang dan Balai Desa Tanggungkramat Kecamatan Ploso. ’’Kita gelar latihannya setiap hari,’’ jelasnya.
Rencana yang telah ia susun itu pasti akan berhasil dengan dukungan maksimal wali atlet.
’’Dalam pembinaan atlet, perjuangannya tidak hanya atlet. Orang tua atlet juga harus mendorong, memberikan semangat, hingga rela mengantar latihan,’’ ungkapnya.
Tahun ini, hanya satu petarung yang meraih medali porprov Jatim 2023, dari lima yang dikirim.
Hasil maksimal baru bisa dipetik lima tahun kemudian, ketika atlet usia dini yang saat ini digembleng bisa turun porprov.
Ia menilai, jam terbang atlet masih kurang. ’’Jam terbang akan kita tingkatkan untuk persiapan porprov 2025. Jam latihan akan ditambah, fisik akan ditambah,’’ jelasnya.
Ia juga bakal menguatkan teknik di bagian kepala.
Sebab, pada porprov kemarin, kepala dinilai kurang bermain sehingga mudah kena serangan lawan.
’’Power pukulan dan tendangan masih kurang keras, karena memang kami tidak gunakan gym saat pembinaan fisik. Lebih cenderung menggunakan speed dan teknik,’’ tambahnya.
Minggu depan, ia mulai latihan bersama dan uji tanding dengan atlet tarung derajat Kota Malang.
’’Akan dilaksanakan di Kota Malang 7-8 Oktober, bersama petarung dari Kalimantan Timur juga,’’ bebernya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW