Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Surabaya Jadi Juara Umum Porprov Jatim 2023 Cabang Taekwondo

Wenny Rosalina • Kamis, 7 September 2023 | 14:31 WIB
Atlet Jombang Yanottama Denis Syafi’i (merah) saat melawan Zakharia dari Surabaya pada final, di GOR Merdeka Jombang, kemarin (6/9).
Atlet Jombang Yanottama Denis Syafi’i (merah) saat melawan Zakharia dari Surabaya pada final, di GOR Merdeka Jombang, kemarin (6/9).

JOMBANG - Porprov Jatim 2023 cabang taekwondo yang digelar di GOR Merdeka Jombang, selesai Rabu (6/9).

Dalam perhelatan itu, Kota Surabaya menyabet juara umum dengan 8 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu.

’’Beberapa atlet puslatda eks PON non medali banyak yang turun di porprov. Kami anggap ini babak kualifikasi pra PON,’’ kata Ketua Umum Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Jawa Timur, M Yusron.

Porprov Jatim 2023 cabang taekwondo, diikuti 33 kab/kota dengan 295 atlet. Kemampuan setiap daerah mulai merata. ’’Sangat sengit persaingannya,’’ ucapnya.

 Taekwondo tidak hanya marak di kota-kota besar, seperti Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. ’’Kab/kota lain prestasinya mulai bagus,’’ ucapnya.

Juara satu di masing-masing kelas akan dikumpulkan menjadi satu untuk ikut pra PON bulan depan.

’’Kira-kita satu minggu lagi, juara satu dan atlet puslatda akan kembali masuk ke mess untuk persiapan pra PON,’’ jelasnya.

Juara umum kedua yang meraih medali terbanyak, Kabupaten Pamekasan dengan empat emas, dan satu perak.

Juara ketiga Sidoarjo, dengan satu emas, tiga perak dan tujuh perunggu.

Sementara Kabupaten Jombang hanya meraih satu perak, kelas under 87 kilogram senior. Pada babak final, atlet Jombang Yanottama Denis Syafi’i kalah dari Zakharia asal Surabaya.

’’Secara teknik kami menang, tapi secara stamina kami memang kalah. Atlet sudah kehabisan nafas,’’ kata Alzi Arstyo, pelatih taekwondo Jombang. 

Yanottama merupakan atlet senior Jombang. Mahasiswa Unesa ini terakhir turun di PON Papua 2021. Setelah itu, ia tak pernah lagi bertanding dan fokus menjadi pelatih.

Namun demi mewakili Jombang, ia kembali turun lapangan. Persiapan fisiknya kurang lebih hanya satu bulan.

Alzi mengatakan, lawan yang dihadapi Yanottama hari ini cukup berat. Sebelumnya, ia melawan Lumajang dan.

’’Padahal Lumajang termasuk lawan yang sulit untun dikalahkan, tapi kita bisa. Di final lawan Surabaya, Yanottama kalah, apalagi lawan yang ia hadapi usianya masih sangat muda, 20 tahun. Sedangkan Yanottama sudah 22. Ini porprov terakhirnya,’’ jelasnya.

Alzi menilai Jombang mengalami kemajuan meski target emas tak terpenuhi. ’’Tahun lalu kita tidak dapat medali. Tahun ini kita turunkan tujuh atlet, dan nyantol satu medali perak,’’ ungkapnya. (wen/jif/riz)

 

 

Editor : Achmad RW