JOMBANG – Sejak usia lima tahun, Muhammad Faiz Choirul Azzam sudah terbiasa disiplin. Dia berlatih empat kali seminggu.
Hasilnya, ia sukses meraih satu medali perak dan dua perunggu pada kejuaraan wushu Piala KONI Jatim di Surabaya, 25-27 Agustus.
’’Faiz mulai saya kenalkan dengan wushu saat masih TK, di sekolahnya ada ekstrakurikuler wushu,’’ kata Rima, ibu Faiz, warga Jalan Adityawarman Lingkungan Wersah gang Buntu Nomor 1 Kelurahan Kepanjen Kecamatan Jombang.
Faiz yang lahir di Jombang 19 Mei 2012 sering mempraktikkan gerakan yang diajarkan pelatihnya di rumah.
Sehingga Rima berinisiatif untuk mencarikan klub wushu. ’’Ketemu dengan klub Himmah Wushu Jombang, saya gabung ke sana, sampai sekarang,’’ urainya.
Sejak ikut wushu, Faiz dinilai lebih disiplin, bisa mengontrol emosi. ’’Wushu itu olahraga dengan bonus prestasi,’’ ucapnya.
Dibawah binaan Ischaq Latif dan Rizal Amrullah, Faiz latihan empat hari seminggu. Senin, Selasa dan Kamis sore, serta Jumat pagi untuk latihan fisik. ’’Kebetulan, Jumat sekolah libur,’’ kata siswa kelas 5 MIN 4 Jombang.
Putra pasangan Rima dan M Imron tersebut masih konsentrasi di kelas seni (taolu). Emas pertama Faiz diraih 2018 di Porkab Jombang.
Satu perunggu di Kejurprov Jatim 2019. Dua emas, satu perak dan satu perunggu di piala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang 2020.
Ada juga dua emas dan satu perak pada porkab 2020. Satu perunggu Kejurprov Jatim 2021. Tiga emas Porkab Jombang 2021. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW