’’Kita dorong para karateka untuk banyak tampil di kejuaraan terbuka, agar saat tampil mewakili Jombang bisa meraih prestasi,’’ kata Kwat Prayitno, ketua harian induk cabang olahraga karate (Forki) Jombang, kemarin.
Pada 21-25 Juni, ada kejuaraan nasional terbuka Piala Bupati Banyuwangi. Lalu pada 11-13 Juli ada international karate championship Yogyakarta Open Tournament III. Kemudian kejuaraan karate Jatim, Pangdam V Brawijaya di GOR Hayam Wuruk Surabaya 28-30 Juli.
’’Anak-anak juga persiapan untuk tampil di kejurnas Inkanas,’’ terangnya. Kwat optimistis karateka Jombang bisa tampil maksimal di semua event. ’’Untuk kejuaraan terbuka, anak-anak ikut dengan biaya mandiri. Khusus yang juara kita ganti biaya pendaftarannya,’’ terangnya. Ini membuka kran bagi semua karateka untuk ikut kejuaraan terbuka. Anggaran juga tepat sasaran karena hanya membiayai atlet berprestasi.
Pada kejuaraan terakhir yang diikuti, Gajah Mada Open Karate Championship di UGM Jogja, (2-4/6), karateka Jombang meraih tujuh medali. Satu emas, empat perak dan dua perunggu.
Emas diraih Damara Bhanurasmi Gantari Mahika di nomor kumite (tanding) - 20 kg pra usia dini putri. Perak dipersembahkan Shalsabila Erika Kanasawa kumite -55kg U-21 putri. Nando, Firman Adi, Ahmad Fardani di nomor kata (seni) beregu senior. Ahmad Fardani, kumite -55 kg U-21 putra dan M Qidhirfat, kata junior perorangan. Perunggu dipersembahkan Alexander Algebra kata perorangan kadet dan Azzam Damar Rajendra kumite perorangan + 30 kg usia dini putra. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW