Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Spirit Karate 103, Karateka Tahan Menderita Demi Juara

Achmad RW • Sabtu, 25 Februari 2023 | 14:30 WIB
Photo
Photo
JOMBANG - Kenapa keringat rasanya asin? Karena dalam perjuangan tak ada yang manis. Termasuk bagi karateka yang berjuang menjalani tempaan latihan.

’’Karateka harus tahan menderita demi meraih cita-cita,’’ kata Kwat Prayitno, ketua harian Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Jombang, kemarin.

Karateka harus punya cita-cita yang kuat. Cita-cita agar bisa naik tingkat. Cita-cita agar pandai bela diri dan menyandang sabuk hitam. Termasuk cita-cita agar menjadi juara dalam berbagai kejuaraan. Serta cita-cita menjadi pribadi yang baik dan sukses.

’’Semakin kuat dan tinggi cita-cita, maka kita akan semakin tahan menderita,’’ urai anggota dewan guru Inkanas nasional ini.

Cita-cita ingin naik tingkat setidaknya membuat kita kuat berlatih selama enam bulan. Cita-cita agar memegang sabuk hitam membuat kita kuat berlatih selama dua tahun. ’’Cita-cita menjadi juara, bahkan bisa membuat kita kuat berlatih setiap hari selama empat jam,’’ terang guru besar karate pemegang sabuk hitam Dan VII ini.

Apakah berlatih tidak capek? ’’Tentu capek, tapi dengan cita-cita yang kuat dan program yang terukur, maka berlatih akan terasa nikmat dan menyenangkan,’’ beber alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang.

Inilah sebabnya, karateka harus mengikuti program yang diberikan pelatih. ’’Setiap program yang diberikan pelatih pasti terukur, sudah teruji dan jelas target serta capaiannya,’’ papar pria yang telah 52 tahun menggeluti karate ini.

’’Karate tidak hanya membangun fisik, tapi juga mental,’’ tegas pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 128 kali.

Sebelum dan sesudah latihan, karateka selalu mengucapkan dojokun atau lima sumpah karate. Pertama, sanggup memelihara kepribadian. Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. Keempat, sanggup menjaga sopan santun. Kelima, sanggup menguasai diri.

Semua program karate, ditujukan untuk mencapai dojokun tersebut. ’’Sehingga dalam berkehidupan, karateka diharapkan menjadi pribadi yang unggul,’’ ucapnya. (jif/naz/riz)

 

 

  Editor : Achmad RW
#Spirit Karate #Forki Jombang #Karateka #kwat prayitno