’’Konsumsi madu dan telur untuk memperkuat daya tahan. Telur apa saja,’’ ungkapnya.
Untuk menjaga kondisi tubuh, Aufa juga harus memperhatikan menu makanan. Pantangan utamanya gorengan. Berkat kedisiplinannya, ia tampil maksimal pada Porprov di Jember 26-28 Juni. Ia meraih perunggu di kelas kick light 52 kilogram. ’’Saya bersyukur bisa meraih medali,’’ ungkap putra bungsu pasangan Arif Mochammad Hasim dan Umi Uswatun Khasana ini.
Aufa latihan tiga kali dalam seminggu. Ia juga latihan fisik di gym setiap hari, di luar program yang diberikan pelatih. Ia juga memperbanyak sparing partner.
Aufa mengenal kickboxing 2015. Saat itu ia baru boyong dari nyantri di Lirboyo Kediri. Tidak ada kegiatan di rumah. Ia kemudian bergabung dengan kickboxing. ’’Diajak cewek saya waktu itu, dan akhirnya suka kickboxing,’’ ungkap pria kelahiran Jombang 1 September 2002 ini.
Dibawah bimbingan Heru Dwi Cahyono, Aufa juga berhasil meraih medali emas di all tatami kick boxing championshio 2022. Ia juga berhasil meraih medali emas pada kejuaraan terbuka tim Wira di Surabaya 2021.
Atlet asal Dusun Banggle Desa Genukwatu Kecamatan Ngoro ini belum tahu tahun depan ikut Porprov lagi atau tidak. Ia kini bekerja di Gresik. Sebagai peraih perunggu, dia mendapatkan bonus Rp 20 juta dari Pemkab Jombang. ’’Bonus saya berikan orang tua untuk modal usaha,’’ ucapnya. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW