’’Kejuaraan ini sudah ke-20. Sudah banyak atlet berprestasi yang lahir dari sini. Inilah yang membuat karate menjadi olahraga unggulan Jombang,’’ katanya saat membuka kejuaraan nasional Jombang Open di GOR Merdeka, kemarin (28/10).
Kejuaraan itu, memperebutkan Piala Jenderal (Purn) Widjojo Soejono XV. Piala Gubernur XVIII dan Piala Bupati XX. ’’Saya berharap, kejuaraan ini bisa terus digelar setiap tahun. Agar kedepan, semakin banyak karateka Jombang yang meraih juara. Bahkan hingga ke tingkat internasional,’’ urai bupati perempuan pertama di Jombang.
Ketua Umum Forki Jombang, Widjono Soeparno, menyampaikan, Kejurnas Jombang Open telah melahirkan karateka yang meraih juara di berbagai ajang. ’’Kejurnas ini telah melahirkan karateka yang juara di porprov, PON, bahkan kejuaraan internasional di Malaysia,’’ terang mantan wakil bupati ini.
Ketua Panitia, Harry Kusmadi, dalam laporannya menyampaikan, kejurnas kali ini diikuti 1.020 karateka dari 54 kontingen. Melombakan 86 kelas kata (seni) dan kumite (tanding) dari kategori pra usia dini, usia dini, pra pemula, pemula, cadet yunior under 21 dan senior baik putra maupun putri.
Sampai sore kemarin, Inkai Sidoarjo memimpin perolehan medali dengan 2 emas dan 1 perunggu. Forki Jombang 1 emas, 2 perak dan 5 perunggu. AKBP Bangkalan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Shiroite Surabaya 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Inkai Kota Kediri satu 1 emas dan 1 perak. Team Akai 1 emas. UMM 1 emas. Karang Empat 1 perak dan 1 perunggu. Inkai Surabaya 1 perak. Shotokai Situbondo 1 perak. Aski Sidoarjo 3 perunggu. Inkanas Lamongan 1 perunggu. UAD 1 perunggu. Titian Ruci 1 perunggu. LMKC Mojokerto 1 perunggu. Sinom Karate Club 1 perunggu. Wani Karate Club 1 perunggu.
Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno, sangat bersyukur kejurnas berjalan sukses. Baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi. ’’Terima kasih kepada Forkopimda yang berkenan menghadiri pembukaan. Terima kasih kepada Bupati Hj Mundjidah yang berkenan membuka kejuaraan,’’ paparnya.
Kwat menjelaskan, karena kejuaraan bertitel nasional, maka semua wasit juri yang bertugas memiliki lisensi nasional. ’’Baik juri wasit nasional perguruan maupun Forki,’’ tegas anggota dewan guru Inkanas nasional yang menyandang sabuk hitam karate Dan VII ini. (jif/riz)
Editor : Achmad RW