’’Status saya cuma peminjaman dari Borneo FC,’’ ungkap pria kelahiran Kabuh 18 Desember 1998 ini, kemarin.
Ia mulai bergabung dengan PSS Sleman setelah Piala Presiden berakhir, Juli lalu. Posisinya sebagai bek sayap. Ia optimistis bisa membawa PSS Sleman bertengger di 10 besar Liga 1 tahun ini. ’’Ditempatkan dimanapun saya siap dan akan memberikan kemampuan terbaik saya untuk tim yang saya bela,’’ tekadnya.
Nurdiansyah mengaku tak ada kendala selama transisi dari Borneo FC ke PSS Sleman. Banyak pemain yang sudah kenal sebelumnya, sehingga tak sulit membangun kemistri. Setelah Liga 1 selesai, ia akan kembali lagi ke pelukan Borneo FC.
PSS Sleman menjadi tim yang membawa kesan khusus bagi Nurdiansyah. Pada debut pertamanya membela Borneo FC di Liga 1 tahun 2019, Nurdiansyah berhasil mencetak gol ke gawang PSS Sleman.
Nurdiansyah merintis karir sepak bola dengan bermain untuk klub lokal, Putra Jombang 2012. Lalu Gen B Mojokerto 2013, sembari sekolah di SMA Taman Siswa Mojokerto. Dia turut memperkuat tim PON Jatim 2014. Kemudian bergabung dengan Academy NZR Malang 2015. Hingga akhirnya masuk Persema 2016.
Nurdiansyah masuk Borneo FC pada 2017. Satu tahun merasakan permainan tim senior, Nurdiansyah kemudian dipinjamkan ke Persika Karawang 2018. Akhir 2018 ia kembali lagi ke Borneo FC. Saat itulah ia mulai merasakan panasnya lapangan Liga 1. Penampilannya membuat Arema FC tertarik. Tahun 2020 dia bergabung dengan Arema FC. Awal 2021, Nurdiansyah kembali ke Borneo FC. (wen/jif) Editor : Achmad RW