’’Agar tampil bagus, anak-anak kita ajari memainkan kata dengan roh,’’ kata Kwat Prayitno, ketua harian Forki Jombang, kemarin.
Anggota dewan guru Inkanas nasional ini menjelaskan, setiap kata memiliki filosofi dan roh. ’’Rohnya sesuai nama masing-masing kata,’’ ucap pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini.
Pria yang telah 52 tahun menekuni karate ini lantas memberikan sejumlah contoh. Kata Heian artinya pikiran penuh kedamaian. ’’Saat memainkannya kita harus fokus dan penuh konsentrasi,’’ jelasnya. Tekki maknanya kuda besi atau dapat diartikan posisi berkuda. ’’Maka saat memainkannya, kita bayangkan seperti berkuda,’’ terangnya.
Kata Jion yang berarti naga, maka saat memainkannya membayangkan seperti naga. ’’Unsu, tangan–tangan petir, maka setiap gerakan kita bayangkan seperti petir menyambar,’’ bebernya.
Enpi, burung camar yang terbang. Serta gankaku, bangau berdiri di atas batu karang dengan satu kaki. ’’Ketika memainkannya kita bayangkan seperti burung yang memangsa,’’ ulasnya.
Hangetsu, rembulan separuh. Meikyo, cermin yang terang. Wankan, mahkota raja. Jiin, tanah dasar kuil. Semuanya punya roh masing-masing. ’’Bassai-Dai, menyerbu dan menduduki benteng musuh. Saat memainkannya, harus kita bayangkan sedang menyerbu,’’ ungkap alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang.
Dengan memahami filosofi dan roh masing-masing kata, maka gerakan kita akan menjadi hidup. ’’Gerakan yang diisi roh, akan terlihat mantap dan penuh makna. Orang yang melihat pun bisa merasakan,’’ urai tokoh kelahiran 28 Agustus 1960 ini.
Karate bukan hanya olah fisik, namun juga olah jiwa. Makanya semua gerakannya punya makna. ’’Spirit karate secara keseluruhan terkandung dalam dojokun dan ninjukun,’’ tegas pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 125 kali ini.
Sebelum dan sesudah latihan, karateka selalu mengucapkan dojokun atau lima sumpah karate. Pertama, sanggup memelihara kepribadian. Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. Keempat, sanggup menjaga sopan santun. Kelima, sanggup menguasai diri.
Sedangkan ninjukun adalah 20 ajaran hidup karate. ’’Semua ajaran karate itu tidak akan habis meskipun kita pelajari seumur hidup. Makanya belajar karate tidak mengenal batas akhir,’’ tandasnya. (jif/naz/riz) Editor : Achmad RW