Musim Paceklik, Zulhas Minta Pemerintah-Pengusaha Gencar Gelar Pasar Murah

Achmad RW • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 08:00 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan usai menggelar kegiatan beras murah di Tambakberas Jombang
Menko Pangan Zulkifli Hasan usai menggelar kegiatan beras murah di Tambakberas Jombang

RadarJombang.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui produktivitas pangan Indonesia masih kalah dibanding Vietnam.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri, terlebih saat masyarakat menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi memicu paceklik.

Hal tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri wisuda Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Minggu (4/10). Dia menyebut produktivitas padi menjadi salah satu persoalan yang perlu dibenahi agar pangan Indonesia semakin kuat.

Baca Juga: Mendag Zulhas Sidak Stock Point Pastikan Stok Migor Curah Aman  

“Di Jombang kalau kita nanam padi 1 hektare dapatnya 6 ton. Orang Vietnam nanam padi 1 hektare bisa dapat 12 ton,” ujar Zulhas di hadapan wisudawan.

Tak hanya hasil panen, biaya produksi juga masih menjadi tantangan. Zulhas menyebut ongkos menghasilkan 1 kilogram beras di Indonesia mencapai sekitar Rp 14 ribu.

Sementara di Vietnam, biaya yang sama disebut hanya sekitar Rp 3.800. “Itu namanya produktivitas, kita kalah bersaing,” tegasnya.

Baca Juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan Hadiri Wisuda Unhasy Tebuireng Jombang, Ini Pesannya untuk Wisudawan

Menurut Zulhas, kondisi tersebut tidak lepas dari pemanfaatan teknologi, mekanisasi pertanian, serta penggunaan varietas unggul.

Dia menyebut produktivitas tersebut turut berkaitan dengan perbedaan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Vietnam. “Kenapa bisa begitu? Teknologi, mekanisasi, varietas-varietas unggul,” katanya.

Di tengah persoalan produktivitas tersebut, Zulhas juga menyoroti kondisi masyarakat yang menghadapi musim kemarau panjang.

Paceklik dinilai menjadi momentum bagi pemerintah dan dunia usaha untuk turun membantu menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan.

Karena itu, Zulhas mengajak pemerintah daerah hingga kalangan pengusaha memperbanyak pasar murah selama musim paceklik. Menurutnya, langkah tersebut bisa membantu meringankan beban masyarakat.

“Saya mengajak seluruh, apakah perusahaan, bupati, wali kota, atau camat di musim paceklik ini agar membuat pasar murah. Ayo kita ikut membantu meringankan beban masyarakat kita,” ujarnya.

Ajakan itu disampaikan Zulhas saat mendatangi pasar murah di kampus Unwaha. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 750 paket beras dibagikan gratis kepada warga Jombang. Masing-masing paket berisi 5 kilogram beras.

Baca Juga: Menko PMK RI Sampaikan Apresiasi Wisuda Unipdu Jombang 2025, Begini Pesannya

Zulhas mengatakan pemerintah bersama Presiden RI Prabowo Subianto terus mendorong swasembada pangan.

Menurutnya, penguatan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari kehormatan bangsa. 

“Alhamdulillah petani padi sudah berhasil meskipun belum semuanya. Tapi kekuatan pangan di bidang nelayan akan kami selesaikan tahun ini dan tahun depan,” pungkasnya. (riz)

Editor : Achmad RW
Paceklik pemerintah Pasar Murah Zulhas pengusaha