Jenazah Ghondam Ditemukan Usai 18 Hari Dicari, Kedatangan Disambut Isak Tangis Keluarga

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:31 WIB
DISAMBUT ISAK TANGIS: Keluarga menyambut kedatangan jenazah Ghondam Prakoso, 32, korban KM Virgo Transport 8 di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, kemarin (1/10),
DISAMBUT ISAK TANGIS: Keluarga menyambut kedatangan jenazah Ghondam Prakoso, 32, korban KM Virgo Transport 8 di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, kemarin (1/10),  

 

 

JOMBANG – Penantian keluarga Ghondam Prakoso, 32, selama 18 hari akhirnya berakhir.

Jenazah warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, korban KM Virgo Transport 8, ditemukan di Pantai Soreang, wilayah Sampit, Kalimantan Tengah.

Setelah teridentifikasi, jenazah dipulangkan ke Jombang dan dimakamkan di kampung halaman, kemarin (1/10).

Kepastian identitas jenazah diterima keluarga pada Rabu (30/9). Sehari kemudian, keluarga menjemput jenazah di Bandara Juanda setelah diterbangkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sekitar pukul 10.30, jenazah tiba di rumah duka dan disambut isak tangis keluarga serta kerabat.Setelah disalatkan di rumah duka, jenazah Ghondam langsung dimakamkan di pemakaman Desa Bulurejo.

Zulkarnain Sutopo, saudara korban, mengatakan keluarga pertama kali mengetahui musibah tersebut langsung dari Ghondam.

Baca Juga: Peduli Sahabat Disabilitas, BRI Perluas Kesempatan Kerja Inklusif melalui Pelatihan

Sekitar pukul 01.04 pada 13 September lalu, Ghondam sempat menghubungi keluarga.

’’Dia menghubungi rumah keluarga. Cuma bilang, ‘Kapal saya tenggelam’. Setelah itu kami menunggu sampai hari ke-18,’’ ujar Zulkarnain saat ditemui di rumah duka.

Selama proses pencarian, keluarga terus menunggu kabar keberadaan Ghondam. Hingga akhirnya, Basarnas menginformasikan jenazah yang ditemukan di Pantai Soreang telah teridentifikasi sebagai Ghondam Prakoso.

 ”Alhamdulillah, kemarin kami mendapat informasi dari Basarnas kalau sudah teridentifikasi, yaitu Ghondam Prakoso.

Tadi pagi kami jemput di Bandara Juanda, kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan,’’ katanya.

Zulkarnain menyebut Ghondam termasuk awak yang terakhir meninggalkan KM Virgo Transport 8 ketika kapal mulai tenggelam.

 Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari kapten kapal, terdapat lima awak yang berada di bagian paling belakang kapal.

Mereka terdiri atas kapten, kepala kamar mesin (KKM), Ghondam, serta dua awak lainnya. Kelimanya sebelumnya membantu membagikan pelampung dan mengembangkan liferaft.

’’Kelima orang ini paling terakhir keluar. Sebelumnya mereka melaksanakan tugas membagikan pelampung dan mengembangkan liferaft,’’ jelasnya.

Setelah keluar dari kapal, Ghondam disebut sudah mengenakan life jacket. Namun, kondisi gelombang laut membuat kelima awak tersebut terpisah menjadi dua kelompok.

Ghondam bersama Bas Jumbri, salah satu awak kapal, berada dalam satu kelompok. Sementara tiga awak lainnya berada dalam kelompok berbeda.

 ’’Karena malam dan terkena ombak, mereka akhirnya terpisah. Setelah itu kami tidak tahu bagaimana kondisinya,’’ ungkap Zulkarnain.

Selama pencarian, keluarga sempat mendapat indikasi mengenai jenazah yang ditemukan beberapa hari sebelum identifikasi resmi.

 Namun, mereka memilih menunggu kepastian dari petugas. ’’Di hari ke-15 saya sudah ada indikasi kalau itu Ghondam. Tapi kami tidak bisa memutuskan sendiri. Kami tetap menunggu hasil identifikasi petugas,’’ tuturnya.

Ghondam meninggalkan seorang istri dan anak laki-laki yang masih berusia empat tahun. Selain keluarga, dia juga meninggalkan rencana untuk melanjutkan karier di dunia pelayaran. Sebelum menjadi mualim dua, Ghondam mengawali karier sebagai juru mudi.

Baca Juga: Ambulans Bawa Jenazah Korban KM Virgo Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jombang

Sebelumnya, penantian keluarga Surono, 37, warga Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, juga berakhir. Jenazah kernet truk pengangkut sayuran tersebut ditemukan pada hari ke-13 pencarian korban KM Virgo Transport 8.

Sejak Selasa (29/9) pagi, rumah duka di Dusun Kedaton dipadati pelayat. Perangkat desa, warga, hingga petugas Jatim Social Care (JSC) Dinsos Jatim hadir memberikan penghormatan terakhir. Sekitar pukul 10.00, jenazah dimakamkan di pemakaman dusun setempat.

Kabar penemuan Surono diterima keluarga pada Minggu (27/9) malam.

Ari Supriyatin, adik ipar korban, mengatakan ciri-ciri jenazah sesuai dengan data yang sebelumnya disampaikan kepada Tim DVI di Pelabuhan Tanjung Perak.

”Dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada Basarnas. Walaupun dalam keadaan tidak panjang umur, ini memang musibah, tidak bisa ditolak juga,” ujarnya.

Menurut Ari, keluarga sempat menerima sejumlah foto dari Basarnas. Dari bentuk tubuh hingga kaki, keluarga meyakini salah satu korban tersebut merupakan Surono.

 ”Insting kami kuat. Bentuk badan, kaki-kakinya identik dengan kakak saya,” tegasnya. (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
km virgo Ghondam Prakoso kapal tenggelam Jombang korban