RadarJombang.id – Sebanyak 56 jemaah umrah asal Jombang yang tergabung dalam KBIHU Muslimat NU akhirnya diberangkatkan ke Tanah Suci, Sabtu (5/9) pagi.
Namun, keberangkatan itu belum menjadi akhir pengawasan. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang berjanji mengawal kepulangan jemaah, terutama terkait kepastian tiket kembali ke tanah air.
’’Setelah jemaah sampai di Makkah semuanya, kita akan mendampingi untuk tiket kepulangannya ke tanah air,’’ kata Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, kemarin.
Baca Juga: Buntut Kasus 196 Jemaah Umrah, Kemenhaj Jombang Bakal Awasi PPIU Setiap Bulan
Ilham mengaku sudah mendapat konfirmasi dari pihak travel bahwa 56 jemaah asal Jombang sudah diberangkatkan.
’’Informasinya sudah berangkat tadi (5/9) pagi sekitar pukul 05.10. Jumlahnya 56 jemaah,’’ terangnya.
Jumlah itu merupakan data jemaah asal Jombang. Dalam data awal keberangkatan, terdapat pula jemaah yang berasal dari luar Jombang.
Baca Juga: Kasus 196 Jemaah Umrah Jombang Gagal Berangkat, 58 Masih Tertahan dan Tiket Pulang Belum Jelas
’’Data awal 58 jemaah, itu ternyata ada dari luar (Jombang). Tetapi yang dari Jombang 56 jemaah,’’ imbuhnya.
Setelah persoalan keberangkatan teratasi, perhatian Kemenhaj kini beralih pada kepulangan.
Sebab, meski pihak travel menyatakan tiket kepulangan jemaah sudah tersedia, Kantor Kemenhaj Jombang masih akan melakukan konfirmasi dan pemantauan.
’’Menurut pihak travel tiket pulangnya sudah ada. Cuma kita kemarin konsennya di keberangkatan. Karena jemaah ingin diberangkatkan dahulu. Biar fokus satu arah,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Ilham akan mendampingi proses kepulangan setelah seluruh jemaah tiba di Makkah. Pendampingan dilakukan untuk memastikan tiket kepulangan jemaah ke tanah air.
Kantor Kemenhaj juga akan melakukan konfirmasi sekaligus memantau pihak travel untuk memastikan kepulangan jemaah berjalan sesuai ketentuan.
’’Kita akan konfirmasi dan ikut memantau untuk memastikan kepulangan jemaah yang sudah diberangkat pihak travel tersebut,’’ tuturnya.
Kini, setelah persoalan keberangkatan terlewati, Kantor Kemenhaj Jombang mengingatkan agar seluruh kewajiban Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terhadap jemaah dipenuhi hingga perjalanan selesai.
Baca Juga: Ricuh Calon Jemaah Umrah di Jombang Tertunda Berangkat, Menhaj Ingatkan Cermat Pilih Travel Umrah
Ilham berharap travel atau PPIU konsisten dalam menjalankan kewajibannya. Tidak hanya memastikan tiket keberangkatan, tetapi juga tiket kepulangan, akomodasi, dan konsumsi jemaah selama berada di Arab Saudi.
’’Harapan kami dari travel atau PPIU itu konsisten. Maksud konsisten itu pertama, mempunyai izin operasional. Kedua memastikan tiket berangkat dan kepulangan umrah. Ketiga memastikan akomodasi yang disiapkan di tanah suci. Keempat, memastikan konsumsi layanan di Arab Saudi,’’ paparnya.
Ilham juga berharap persoalan serupa tidak terjadi pada PPIU lainnya. Sepanjang 2026, kasus tersebut disebut baru pertama kali terjadi di Jombang.
Baca Juga: Polemik Puluhan Calon Jemaah Umrah di Jombang Gagal Berangkat, 58 Orang Masih Tertahan di Surabaya
’’Belum pernah sama sekali. Baru kali ini,’’ katanya.
Pengawasan terhadap tiket kepulangan menjadi penting karena persoalan perjalanan jemaah sebelumnya juga sempat berkaitan dengan tiket.
Sekitar 196 jemaah yang dijadwalkan berangkat bersama, Minggu (30/8), mendadak mendapat informasi hanya 40 tiket tersedia. Informasi tersebut diterima sekitar dua jam sebelum jadwal keberangkatan.
Situasi itu sempat memicu kericuhan karena jemaah menolak diberangkatkan secara terpisah.
Persoalan kemudian dimediasi di Satreskrim Polres Jombang dan Kantor Kemenhaj Jombang.
Hasil mediasi menyepakati seluruh jemaah diberangkatkan secara bertahap maksimal tiga hari.
Sebanyak 20 jemaah berangkat pada 31 Agustus. Serta 120 jemaah pada 1 September. Sementara puluhan jemaah lainnya masih tertahan.
Baca Juga: Kronologi 196 Jemaah Umrah di Jombang Gagal Berangkat, Tiket Ternyata Cuma 40 Seat
Sebelumnya, Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah, juga sempat mempertanyakan kepastian tiket.
Pihak travel mengirimkan invoice pembayaran kepada agen ticketing, Rabu (2/9) malam. Namun, ketika bukti tiket dicek, nama-nama jemaah belum tercantum dalam manifes penerbangan.
’’E-tiket itu dikirim, tapi setelah kita cek di sistem, itu kok nggak ada manifesnya,’’ kata Ning Ema, Kamis (3/9).
Pihak travel beberapa kali memberikan janji keberangkatan kepada jemaah.
Terpisah, Direktur PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group), Erni Khairunnisa, sebelumnya menegaskan, sebanyak 58 jemaah tersisa bakal diberangkatkan, Kamis (3/9).
’’Yang 58 berangkat besok tanggal 3 (September, Red),’’ jawabnya lewat pesan singkat ke wartawan, Rabu (2/9) sore. (fid/jif)
Editor : Achmad RW