JOMBANG – Menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pusaka di Istana Merdeka Jakarta menjadi pengalaman membanggakan bagi Bagus Setianto.
Pria kelahiran Jombang, 16 Maret 1995, itu mendapat kepercayaan sebagai Komandan Kompi (Danki) Paskibraka pada upacara penurunan bendera dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8).
Bagus merupakan putra pasangan Poniso dan Kani. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai petani, sedangkan sang ibu merupakan ibu rumah tangga.
Bagus adalah anak kedua dari dua bersaudara dan tumbuh di Dusun Sawi, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Baca Juga: HUT ke-81 RI di Jombang Meriah, Warga Tanjunggunung Berebut Hadiah Kambing
Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN Alang-Alang Caruban I dan lulus pada 2007.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Jogoroto hingga 2010, kemudian SMAN Jogoroto dan lulus pada 2013.
Sejak muda, Bagus telah memiliki tekad untuk mengejar cita-cita melalui kedisiplinan dan kerja keras.
Menurutnya, persiapan untuk meraih cita-cita tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan fisik dan mental.
“Tentunya kita mempersiapkan diri, baik itu fisik maupun pengetahuan.
Mungkin diawali saat masih sekolah dengan belajar rajin, tekun, membina fisik dengan olahraga dan tentunya yang pasti disertai dengan berdoa,” ujarnya.
Tekad tersebut kemudian ia wujudkan ketika mempersiapkan diri mengikuti pendidikan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Sejak sekolah, di sela-sela hari libur, Bagus rutin melakukan berbagai latihan fisik seperti lari dan push-up.
Selain menjaga kebugaran, ia juga tidak melupakan aspek spiritual dengan memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kini Bagus menjabat sebagai Kapokops Flt FGS Skadron Udara 5 Wing Udara 4.2 Khusus Makassar.
Baca Juga: Atlet Muda Jombang Sabet Medali di Kejurprov Jatim 2026, Ini Sosoknya
Ia merupakan bagian dari Korps Penerbang dan dalam kesehariannya bertugas mengawaki pesawat Boeing 737-200.
Pengalaman berbeda datang ketika Bagus mendapat kesempatan menjadi Komandan Kompi Paskibraka pada upacara penurunan bendera di Istana Merdeka Jakarta.
Baginya, kepercayaan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
Ia harus memimpin para anggota Paskibraka yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk memimpin adik-adik terbaik untuk menurunkan Bendera Pusaka pada HUT RI ke-81 di Istana Merdeka Jakarta,” katanya.
Untuk mendapatkan posisi tersebut, Bagus harus melewati proses seleksi yang tidak mudah.
Seleksi dilakukan melalui tahapan di lingkungan matra, dalam hal ini TNI AU, hingga seleksi gabungan.
Setelah dinyatakan terpilih, ia mengikuti pemusatan latihan bersama para anggota Paskibraka di PPSDM Kemendikdasmen, Depok.
Latihan tersebut berlangsung kurang lebih selama satu bulan, mulai pagi hingga sore hari.
Sebagai komandan kompi, Bagus mengaku ada dua hal utama yang menjadi fokus persiapannya, yakni fisik dan suara.
Selain dituntut memiliki kondisi tubuh prima, seorang komandan juga harus mampu memberikan instruksi dengan suara yang jelas dan stabil.
“Kalau saya pribadi, persiapan sebagai Danki Paskibraka tentunya suara dan fisik.
Hampir setiap hari kami latihan dari pagi sampai sore dan dituntut dalam kondisi fisik yang prima.
Tentunya menjaga suara tetap stabil juga tidak kalah menantang karena harus teriak-teriak setiap hari,” ungkapnya.
Selama menjalani pemusatan latihan, Bagus tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Ia juga mendapat kesempatan berinteraksi dengan para anggota Paskibraka yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Menurutnya, perbedaan latar belakang justru menjadi salah satu pengalaman menarik selama menjalani latihan.
Para anggota Paskibraka yang awalnya berasal dari daerah berbeda dapat bersatu dalam satu tujuan dan membangun kekompakan.
“Banyak cerita menarik selama latihan bersama adik-adik Paskibraka.
Mereka berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dan bersatu. Banyak cerita lucu ataupun lelucon di sela-sela latihan,” tuturnya. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto