Dari Dapur Rumahan, Kelompok Usaha Harapan Bersama Sumedang Naik Kelas Berkat Program AURA BRI Peduli

Achmad RW • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Produk UMKM yang kini naik kelas beekat bantuan BRI
Produk UMKM yang kini naik kelas beekat bantuan BRI

SUMEDANG, RadarJombang.id – Berawal dari usaha makanan ringan rumahan, Kelompok Usaha Harapan Bersama di Desa Cibubuan, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kini berkembang menjadi penggerak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kelompok yang diketuai Sri Dolar Damayanti itu resmi terbentuk pada 2019. Cikal bakalnya berasal dari HJ. NONOH Snack yang telah memproduksi makanan ringan tradisional khas Sunda sejak 2014.

Di tengah pandemi Covid-19, keberadaan kelompok usaha tersebut menjadi tumpuan bagi warga untuk tetap bekerja dan memperoleh penghasilan.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak

Produk yang dibuat pun tetap mempertahankan resep turun-temurun, seperti emping melinjo, opak, opak ketan bakar, opak kembung, raginang, kolontong hingga aneka keripik.

Namun, meningkatnya permintaan pasar juga menghadirkan tantangan baru. Terutama ketika memasuki momentum Hari Raya dan Tahun Baru.

“Permintaan meningkat, sehingga kami harus menambah kapasitas produksi. Saat musim hujan, proses pengeringan juga terkendala karena masih bergantung pada matahari,” kata Sri.

Baca Juga: BRI Borong Dua Penghargaan di Singapura, Transformasi Digital Diakui Dunia

Tantangan tersebut mulai teratasi setelah Kelompok Usaha Harapan Bersama menjadi penerima manfaat Program AURA (Aspire to Uplift, Revive, and Achieve) BRI Peduli pada 2026.

Melalui program tersebut, kelompok usaha mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas produksi, termasuk fasilitas yang membuat proses pengeringan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

“Sekarang proses pengeringan lebih lancar. Penyimpanan produk juga lebih rapi dan higienis,” ujarnya.

Perubahan itu ikut berdampak terhadap pemasaran. Sejumlah pelanggan rutin, mulai toko hingga distributor, bahkan meningkatkan jumlah pesanannya seiring kemampuan produksi yang semakin optimal.

“Beberapa pelanggan rutin mulai menambah pesanannya. Ini tentu menjadi peluang bagi kami untuk terus berkembang,” tutur Sri.

Bagi Sri, dukungan terhadap UMKM di pedesaan bukan hanya soal bantuan sarana produksi.

Pendampingan dan akses permodalan juga dibutuhkan agar usaha berbasis potensi lokal mampu bertahan sekaligus berkembang.

Baca Juga: NOMNOM Bawa Rengginang, Jamur, dan Tempe Indonesia Tembus Pasar Singapura Bersama BRI

“Kami bersyukur menjadi mitra dan nasabah BRI. Kami mendapat fasilitas permodalan dan pembinaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan Program AURA BRI Peduli menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi di tingkat keluarga maupun masyarakat.

“Program AURA membantu kelompok usaha perempuan meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya,” kata Dhanny.

Menurutnya, kisah Kelompok Usaha Harapan Bersama menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal dapat berkembang ketika dibarengi dukungan yang tepat.

Baca Juga: Fantastis! Volume Transaksi BRImo Tembus Rp4.166 Triliun, Pengguna Hampir 50 Juta

“Kami berharap program ini melahirkan lebih banyak perempuan tangguh yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

Program AURA BRI Peduli sendiri telah diluncurkan sejak 2021. Hingga kini, program tersebut telah memberdayakan 30 kelompok usaha perempuan di berbagai daerah di Indonesia, sebagai bagian dari komitmen BRI Peduli dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (*/riz)

Editor : Achmad RW
Pendampingan UMKM BRI