700 Santri Jadi Garda Terdepan Tim Carbon Warriors, Relawan Khusus “Sapu Bersih” Sampah Selama Muktamar NU 

Moch. Chariris • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:01 WIB
MASJID INDUK: Masjid Tambakberas merupakan salah salah ikonik Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang akan menjadi jujukan para muktamirin. 
MASJID INDUK: Masjid Tambakberas merupakan salah salah ikonik Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang akan menjadi jujukan para muktamirin. 

 

 

JOMBANG - Kendati sebagian santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, bakal dipulangkan selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, namun sebagian lainnya justru diperbantukan berkhidmat dalam muktamar pada 27-31 Agustus 2026 mendatang. 

Mereka akan membantu tugas kepanitiaan lokal (panlok) muktamar dalam menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) yang ada. 

Seperti mempertebal kepanitiaan di bidang akomodasi, transportasi, logistik, hingga tergabung dalam tim kebersihan. 

Tim relawan kebersihan bernama Carbon Warriors ini bahkan telah dibentuk panlok dan yayasan PPBU sebelum muktamar resmi berlangsung.

“Karena kita diminta PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) untuk membentuk tim relawan kebersihan. Tugasnya membersihkan area-area yang berpotensi terjadi penumpukan sampah,” ungkap Ketua Yayasan PPBU Tambakberas sekaligus Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh, di Unwaha Tambakberas, Jombang, Sabtu (8/8). 

Tim Carbon Warriors tersebut diketahui beranggotakan sekitar 700 santri dari berbagai ribath. 

Baca Juga: Selama Muktamar NU, Ribuan Santri Pesantren Tambakberas Bakal Dipulangkan, Aktivitas Belajar Daring dari Rumah  

Ratusan santri ini, tak lain sebagian dari 4 ribu santri, dari total keseluruhan santri PPBU berjumlah 16.100 orang yang tidak dipulangkan selama muktamar berlangsung. 

“Jadi, kita bentuk tim Carbon Warriors namanya. Ini ada 700 santri yang kita libatkan,” imbuh Gus Rozaq, sapaan karib KH Abdurrozaq Sholeh. 

Mereka akan ditugaskan sebagai garda terdepan dalam mengondisikan bidang kebersihan di lingkungan pesantren dan titik-titik utama penyelenggaraan muktamar. 

Di antaranya membersihkan lokasi, “sapu bersih” potensi terjadinya penumpukan sampah, dari memunggut, menampung, hingga mengangkut ke bak kontainer tempat penampungan sampah (TPS) di lingkungan pesantren. 

Baik melalui skema mobile atau keliling, hingga stanby menjaga kebersihan di titik-titik tertentu.

“Ini sifatnya relawan ya. Jadi, selama 24 jam mereka akan membantu area-area yang di situ berpotensi terjadi penumpukan sampah,” tandas Gus Rozaq. 

Sementara untuk kisaran 3.300 santri lainnya mendapat amanah membantu job desk kepanitiaan lokal yang terbagi dalam beberapa divisi. 

Baca Juga: Antisipasi Ribuan Peserta Muktamar ke-35 NU, LK PBNU Siapkan Posko Kesehatan di Area Muktamar Hingga Rest Area Tol Arah Jombang

Meliputi, mem-backup divisi akomodasi, transportasi, logistik, hingga melayani muktamirin di sembilan tower dan tamu-tamu pesantren di berbagai ribath. 

“Intinya, ada sekitar 4 ribu santri akan kita drop untuk membantu panitia lokal. Seperti membantu akomodasi, transportasi, dan di tower-tower itu nanti ada juga dari santri,” papar Gus Rozaq. 

Dukungan di bidang kebersihan dan lingkungan hidup dalam kawasan pesantren selama Muktamar ke-35 NU berlangsung juga datang dari Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Pusat. 

Support dalam bentuk konkret itu salah satunya akan menyiapkan bak-bak penampungan sampah, gerobak pengangkut sampah, hingga menyediakan rompi bagi relawan kebersihan yang tergabung dalam Carbon Warriors. 

“IKABU sudah dalam proses membuat rompi untuk 500-700 relawan, dan itu sudah kita anggarkan ,” ungkap Ketua Umum IKABU Pusat Faizun Amir, Selasa (11/8). 

Ia menegaskan, mengingat luas wilayah pesantren dan potensi kepadatan muktamirin selama muktamar, pihaknya juga tengah mengupayakan menyiapkan bantuan paket bak sampah organik-anorganik. 

Namun, terkait jumlah kebutuhan bak sampah berbasis sistem keberlanjutan ini, terang Faizun, IKABU masih dalam tahap penghitungan dan koordinasi dengan panlok maupun yayasan PPBU. 

“Termasuk penyebaran titik dan jumlah unitnya. Sekaligus bagaimana bak sampah ini pasca muktamar, ke depan, tetap bermanfaat bagi lingkungan pesantren untuk jangka panjangnya,” urainya. 

Di sisi lain, IKABU Pusat juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak eksternal, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Jombang dan DLH Pemprov Jatim. 

Langkah koordinasi itu, tambah Faizun, setidaknya memastikan tentang mekanisme pemungutan sampah, ketersediaan armada pendukung, bak kontainer TPS), hingga tahap pengelolaan berbasis TPS 3R (reduce, reuse, dan recycle). 

Serta yang terakhir, tak kalah pentingnya adalah memenuhi kebutuhan sarana toilet portable yang akan disebar ke beberapa titik zona utama muktamar. 

“Toilet portable rencananya akan di-cover DLH Pemprov Jatim. Ini salah satunya yang masih dikoordinasikan dan terus dimatangkan lagi,” tandas Faizun. (ris/ang)

Editor : Anggi Fridianto
Muktamar NU Jombang ponpes bahrul ulum tambakberas jombang Tim Warriors Conan relawan santri muktamar nu tim carbon warrior