BRILink Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Gerakkan Ekonomi dari Desa hingga Pelosok

Achmad RW • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:31 WIB
Ilustrasi Agen Brilink
Ilustrasi Agen Brilink

JAKARTA, RadarJombang.id – Kemerdekaan bukan hanya soal bebas bergerak, tetapi juga tentang kesempatan yang sama untuk tumbuh dan mengakses layanan keuangan.

Semangat itu terus didorong PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui jaringan BRILink Agen yang kini menjangkau hingga pelosok negeri.

Hingga Juni 2026, jumlah BRILink Agen mencapai 1,13 juta agen yang tersebar di lebih dari 60.753 desa.

Baca Juga: Danantara Housing Expo 2026: BRI Pimpin Kolaborasi Himbara Perkuat Pembiayaan Perumahan

Jaringan tersebut menjadi salah satu ujung tombak BRI dalam mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Besarnya peran BRILink juga terlihat dari aktivitas transaksinya. Sepanjang Semester I 2026, BRILink Agen mencatat lebih dari 501 juta transaksi dengan sales volume mencapai Rp841 triliun.

Angka tersebut menunjukkan BRILink telah berkembang lebih dari sekadar jaringan layanan perbankan.

Baca Juga: Tembus Ombak 4 Meter, Mantri BRI Titin Tetap Layani Nasabah di Pulau Kaledupa

Di banyak daerah, warung, kios pasar hingga usaha mikro yang menjadi agen BRILink sekaligus berfungsi sebagai titik layanan keuangan bagi masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI terus memperkuat BRILink sebagai sarana memperluas inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kehadiran agen membuat layanan keuangan formal semakin dekat, mudah dijangkau dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas usaha.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, model kemitraan BRILink dibangun dengan konsep sharing economy yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi para agen.

"BRILink Agen menjadi andalan BRI untuk menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah," ujarnya.

Menurut Akhmad, keberadaan BRILink juga menjadi cara BRI memaknai kemerdekaan dengan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk tumbuh tanpa terbatas letak geografis.

"Semakin mudah akses keuangan, semakin besar peluang masyarakat untuk berkembang," katanya.

Baca Juga: Posyandu Matahari di Lereng Merapi Diperkuat, BRI Peduli Fokus Jaga Kesehatan Ibu dan Anak

Layanan BRILink pun terus diperluas. Agen kini tidak hanya melayani transaksi perbankan, tetapi juga berbagai kebutuhan masyarakat seperti pembayaran tagihan, pembelian pulsa, layanan asuransi hingga referensi pinjaman.

Perkembangan tersebut membuat BRILink Agen bertransformasi menjadi pusat layanan keuangan di tengah komunitas.

Masyarakat di wilayah yang jauh dari kantor bank tetap dapat mengakses berbagai layanan tanpa harus menempuh jarak yang jauh.

Baca Juga: Likuiditas BRI Kian Kuat, Siap Genjot Kredit UMKM dan Sektor Riil Berkat Dukungan Dana SAL Pemerintah

BRI juga terus memberikan pendampingan kepada para agen melalui edukasi pemanfaatan fitur layanan, penguatan kemampuan transaksi hingga program loyalitas.

Langkah tersebut ditujukan agar agen BRILink semakin mandiri sekaligus mampu memberikan layanan yang lebih optimal.

Bagi BRI, penguatan BRILink merupakan bagian dari upaya menciptakan value creation dalam ekosistem Danantara.

Dampaknya tidak hanya tercermin dari pertumbuhan transaksi BRI, tetapi juga dari semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Dengan jaringan yang mencapai lebih dari satu juta agen, BRILink menjadi penghubung penting antara BRI dan masyarakat.

Dari warung kecil hingga kios di pelosok desa, BRILink ikut menjaga transaksi tetap berjalan, membuka peluang usaha, sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan dari daerah. (*/riz)

Editor : Achmad RW
layanan keuangan Agen BRILink Danantara Pelosok Negeri BRI