Likuiditas BRI Kian Kuat, Siap Genjot Kredit UMKM dan Sektor Riil Berkat Dukungan Dana SAL Pemerintah

Achmad RW • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:53 WIB
BRI konsisten dukung pertumbuhan ekonomi riil
BRI konsisten dukung pertumbuhan ekonomi riil

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut positif langkah pemerintah mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Kebijakan tersebut dinilai akan memperkuat likuiditas perbankan sehingga fungsi intermediasi dapat berjalan lebih optimal untuk mendorong pertumbuhan sektor riil.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, instrumen penempatan dana SAL memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kemampuan perbankan menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Baca Juga: Akselerasi UMKM Naik Kelas, BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026

"Kami mendukung langkah pemerintah mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini memperkuat likuiditas perbankan sehingga fungsi intermediasi bisa berjalan optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujarnya.

Menurut Hery, likuiditas yang kuat menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit berkualitas ke sektor-sektor produktif.

Dengan ruang likuiditas yang lebih longgar, bank memiliki kapasitas lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan tanpa mengabaikan kualitas aset maupun manajemen risiko.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu KPR Subsidi, BRI Salurkan Pembiayaan Rp880 Miliar untuk Program 3 Juta Rumah

Ia menegaskan, tambahan likuiditas tersebut akan dimanfaatkan BRI untuk memperkuat penyaluran kredit, terutama kepada sektor riil yang memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional.

"Fokus kami tetap pada pembiayaan produktif, khususnya UMKM dan sektor riil. Harapannya mampu menciptakan multiplier effect berupa meningkatnya aktivitas usaha, terbukanya lapangan kerja, hingga menguatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI terus mengarahkan ekspansi kredit ke sektor-sektor strategis, mulai UMKM, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, hingga berbagai sektor produktif lainnya.

Hingga akhir Triwulan I 2026, total kredit yang disalurkan BRI mencapai Rp1.562 triliun.

Dari jumlah tersebut, pembiayaan kepada segmen UMKM tetap mendominasi dengan nilai mencapai Rp1.211 triliun.

Hery menambahkan, sinergi kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Karena itu, BRI akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat pembiayaan sektor produktif.

"Sinergi pemerintah dan industri perbankan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit berkualitas, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai agen pembangunan yang mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah membuka peluang memperpanjang masa penempatan dana SAL di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan.

Sebagian dana tersebut sebelumnya direncanakan ditarik pada akhir 2026. Kebijakan itu diharapkan semakin memperkuat likuiditas perbankan nasional untuk menopang pembiayaan sektor riil dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. (*/riz)

Editor : Achmad RW
SAL sektor riil penguatan ekonomi BRI