Radarjombang.id - Dukungan berbagai pihak untuk menyukseskan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang pada Agustus 2026 terus mengalir.
Selain Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, dan Pemkab Jombang, support serupa juga datang dari PCNU terdekat. Salah satunya PCNU Kabupaten Mojokerto.
Sebagai cabang tetangga Kota Santri, sebutan Kabupaten Jombang, PCNU Kabupaten Mojokerto juga turut menyiapkan mobil anyar gress. Sebanyak 18 unit Mobil Layanan Umat ini siap mem-backup kebutuhan armada transportasi selama pelaksanaan Muktamar.
Minibus jenis Daihatsu Grand Max keluaran terbaru tahun 2026 sedianya memang akan dibagikan kepada 18 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Mojokerto tersebut, sewaktu-waktu dapat dikerahkan membantu panitia lokal (panlok). Utamanya divisi akomodasi dan transportasi.
“Ini mobil jenis Daihatsu Grand Max yang akan diserahkan ke 18 MWCNU sebagai kendaraan operasional air mineral,” ungkap Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Mojokerto H Abdul Muchid, Rabu (22/7). “Kebetulan rencananya Minggu (26/7) nanti mau diserahkan,” imbuhnya.
Mobil-mobil niaga warna putih yang terparkir di belakang kantor PCNU Kabupaten Mojokerto itu baru didatangkan pada Minggu (20/7).
Kendaraan anyar diproduksi Astra Daihatsu Motor ini dibeli oleh PCNU Kabupaten Mojokerto dengan kisaran harga Rp 204 juta per unit.
Kondisinya masih baru, jok ruang kemudi dan penumpang terlihat masih terbungkus plastik, dan pelat nopol belum terpasang.
“Sekarang dalam proses branding, pelat nopolnya sedang proses pemasangan. Insya Allah besok (hari ini, Red) baru selesai,” tambah Muchid.
Ia menuturkan, kendati secara resmi belum diserahkan ke masing-masing MWCNU, namun seiring akan digelarnya Muktamar ke-35 NU, PCNU Kabupaten Mojokerto akan menyambut dengan baik manakala panlok membutuhkan belasan Mobil Layanan Umat ini sebagai armada tambahan.
“Ya (kalau dibutuhkan), saya kira siap. Ini mobil NU, dibeli oleh NU, ya untuk kepentingan NU,” terangnya.
Akan tetapi, dikarenakan fungsi utama sebagai kendaraan operasional perniagaan, asas manfaat armada memang lebih dikedepankan dala mendukung moda transportasi pengangkut logistik atau barang.
“Ya, misalnya untuk transportasi logistik bisa. Tapi kalau menjemput peserta, ya mobil harus mewah,” paparnya.
Muchid menyatakan, sejauh ini, pihaknya belum menjalin silaturahmi dan koordinasi dengan panlok Muktamar atau Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU) Tambakberas, Jombang sebagai tuan rumah.
PCNU Kabupaten Mojokerto, lanjut dia, memilih untuk menunggu instruksi dan arahan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, maupun panlok. Dalam hal ini, panlok Muktamar diketuai KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, sekaligus Ketua Umum YPPBU Tambakberas.
“Memang, ini baru mau saya tawarkan, barangkali (panlok) membutuhkan. Artinya, bila kami ditugasi membantu menyiapkan armada untuk transportasi logistik, PCNU Kabupaten Mojokerto tentunya siap,” tegas Muchid.
Di sisi lain, jajaran tanfidziyah berencana mengagendakan rapat koordinasi (rakor) internal bersama jajaran pengurus PCNU dan 18 MWCNU. Yakni terkait dukungan kepada panlok sebagai bentuk khidmah demi suksesnya Muktamar di PPBU Tambakberas pada 27-31 Agustus 2026 mendatang.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Dinas PUPR Jombang Kebut Perbaikan Jalan hingga Siapkan Lahan Parkir
Salah satunya materi pertemuannya akan membahas Mobil Layanan Umat, manakala sewaktu-waktu dibutuhkan panlok, serta pemberian dukungan logistik lainnya berupa air mineral dalam kemasan (AMDK) karya PCNU Kabupaten Mojokerto.
“Sebagai PCNU terdekat sudah sepatutnya kami turut berkhidmah, men-support, dan menyukseskan Muktamar ke-35 NU,” urainya sembari mencoba ruang kemudi Mobil Layanan Umat.
Hingga Rabu (22/7) sore, proses branding mobil yang dikerjakan dua orang pekerja vendor terus berlangsung dan menyisakan beberapa unit.
Tahapan car wrapping dipusatkan di belakang gedung PCNU Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko ini, mengangkat konsep kearifan lokal.
Mengedepankan dominasi warna hijau NU, hitam, dan putih. Di kaca dan body mobil terpasang logo NU dipadukan sentuhan desain batik khas Majapahitan.
Perpaduan warna ke-NU-an dan batik karakter bunga teratai kian mempercantik wajah mobil. Bertuliskan Mobil Layanan Umat, PCNU Kabupaten Mojokerto, MWCNU, dan RSI Sakinah Mojokerto tersebut. (ris/ang)
Editor : Anggi Fridianto