Diusung Jadi Kandidat Ketua Umum PBNU, Ini Rekam Jejak Gus Kikin Pengasuh Tebuireng Jombang

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 20:16 WIB
KH Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang kini ditunjuk PBNU sebagai Pj Ketua PWNU Jatim
KH Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang kini ditunjuk PBNU sebagai Pj Ketua PWNU Jatim

 

 

JOMBANG – Sosok KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi perhatian setelah diusulkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sebagai kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026.

Bagi warga Nahdliyin, nama Gus Kikin bukanlah sosok baru. Kiai kelahiran Jombang itu dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur. Kiprahnya di lingkungan pesantren dan organisasi NU membuat namanya masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1959 dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Dari garis ibu, ia merupakan keturunan Nyai Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari yang menikah dengan KH Ma'shum Ali, ulama ahli falak asal Gresik sekaligus pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah. Sementara dari garis ayah, nasabnya tersambung kepada KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang.

Pendidikan formalnya ditempuh di MI Jombang, SMP Negeri 1 Jombang, kemudian SMA Negeri 2 Jombang. Setelah itu, Gus Kikin melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Selain pendidikan formal, ia juga menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang yang didirikan ayahnya serta Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang.

Sebelum aktif mengasuh pesantren, Gus Kikin sempat berkarier sebagai pelaut dan bekerja di perusahaan pelayaran milik negara, PT Djakarta Lloyd. Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum kemudian menekuni dunia usaha dan aktif mengembangkan berbagai bidang bisnis.

Baca Juga: PWNU Jatim Resmi Usung Gus Kikin Jadi Kandidat Ketua Umum PBNU, Siap Maju di Muktamar NU 2026 Jombang

Di lingkungan pesantren, Gus Kikin mulai dipercaya sebagai Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng pada 2016. Amanah itu merupakan bagian dari proses regenerasi yang telah dipersiapkan almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Setelah Gus Sholah wafat pada 2020, Gus Kikin resmi melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.

Karier organisasinya di Nahdlatul Ulama juga terus berkembang. Pada Muktamar NU 2022, ia dipercaya menjadi salah satu Ketua PBNU bidang ekonomi. Kemudian pada awal 2024 ditunjuk sebagai Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur sebelum akhirnya terpilih secara definitif sebagai Ketua PWNU Jawa Timur hasil Konferensi Wilayah XVIII NU Jatim.

Baca Juga: 200 Ribu Orang Diprediksi Padati Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Bersiap Jadi Lautan Manusia

Kini, rekam jejak tersebut mengantarkan Gus Kikin mendapat dukungan PWNU dan PCNU se-Jawa Timur untuk maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Meski mengaku tidak berniat mencalonkan diri, Gus Kikin menyatakan siap menjalankan amanah apabila memang ditugaskan organisasi.

"Kalau saya ditugaskan, ya mau tidak mau memang harus terima dan saya sampaikan siap," ujar Gus Kikin usai pertemuan PWNU dan PCNU se-Jawa Timur di Surabaya, Selasa (21/7). (ang)

 

Editor : Anggi Fridianto
Muktamar NU 2026 PWNU Jatim profil gus kikin pbnu Jombang