Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Berawal dari Pesanan Kerabat di Belanda, UMKM Binaan BRI Ini Sukses Bawa Tas Serat Alam Tembus Pasar Internasional

Achmad RW • Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:02 WIB
UMKBinaan BRI bernama Mlatiwangi berhasil menembus pasar ekspor
UMKBinaan BRI bernama Mlatiwangi berhasil menembus pasar ekspor

SEMARANG, RadarJombang.id – Berawal dari pesanan sederhana sang kerabat di Amsterdam, Belanda, usaha tas serat alam milik Yuli Muhawati kini berkembang hingga menembus pasar internasional.

Melalui pendampingan dan akses pasar yang diberikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, UMKM asal Kota Semarang bernama Mlatiwangi berhasil memperluas jangkauan bisnisnya hingga ke mancanegara.

Didirikan pada 2017, Mlatiwangi awalnya hanya memproduksi tas mukena berdasarkan permintaan keluarga yang tinggal di Amsterdam.

Baca Juga: BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar, Sinyal Optimisme terhadap Prospek BBRI Jangka Panjang

Saat itu, Yuli masih menjual produk jadi yang dibeli dari pihak lain. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai memproduksi sendiri dengan menggandeng penjahit dan mengembangkan berbagai produk berbahan serat alam.

“Awalnya saya membuat tempat atau tas mukena berdasarkan permintaan saudara di Amsterdam. Saat itu produk yang dijual masih berupa tas jadi, hingga akhirnya saya menemukan penjahit dan mulai memproduksi sendiri menggunakan berbagai bahan serat alam seperti pandan, eceng gondok, goni, rotan, dan pelepah pisang yang terus dikembangkan hingga sekarang,” ujar Yuli.

Berbekal kreativitas, Yuli kemudian mengombinasikan anyaman serat alam dengan kain wastra Indonesia seperti batik dan lurik.

Baca Juga: Fundamental Kuat, BRI Sambut Positif Dukungan Berbagai Pihak terhadap Pasar Modal

Dari tangan dinginnya lahir berbagai produk, mulai tas hingga suvenir seperti dompet koin dan dompet kosmetik yang menjadi produk favorit konsumen karena desainnya yang unik dan harga yang terjangkau.

Perjalanan usaha Mlatiwangi semakin berkembang setelah Yuli mengenal platform LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI.

Berbagai program pendampingan dan fasilitas yang diperolehnya membuka peluang lebih besar bagi produknya untuk masuk ke toko oleh-oleh Bandeng Juwana dan mendongkrak omzet usaha.

Kini, produk Mlatiwangi dipasarkan melalui galeri milik sendiri, reseller di Bandeng Juwana, gerai di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, marketplace hingga berbagai pameran nasional seperti BRILianpreneur 2022 dan Inacraft 2024.

Tak hanya menjangkau berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan hingga Papua, produk Mlatiwangi juga pernah diekspor ke Amsterdam pada 2017 dan Brunei Darussalam pada 2020.

Untuk mendukung aktivitas bisnis, Yuli juga memanfaatkan berbagai layanan BRI seperti QRIS, mobile banking hingga tabungan.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan perjalanan Mlatiwangi menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat berkembang menjadi produk bernilai tinggi apabila dibarengi inovasi dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

Baca Juga: Transformasi Wealth Management Berbuah Manis, BRI Dinobatkan sebagai Best Private Bank di Indonesia

“Mlatiwangi membuktikan bahwa pemanfaatan bahan serat alam yang dipadukan dengan wastra Indonesia dapat menghasilkan produk yang unik dan bernilai tambah. Kemampuan menjaga kualitas produk sekaligus memanfaatkan peluang usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat keberlanjutan bisnis UMKM,” ujarnya.

Dhanny menambahkan, BRI akan terus memperkuat berbagai program pemberdayaan agar semakin banyak pelaku UMKM mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku usaha telah memanfaatkan platform LinkUMKM BRI.

Baca Juga: Pakai QRIS Cross Border BRImo Belanja dan Liburan ke China Kini Tak Perlu Tukar Yuan

Platform tersebut menyediakan enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta layanan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB).

Melalui ekosistem pemberdayaan tersebut, BRI berharap semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan tumbuh menjadi pemain yang kompetitif di tingkat global. (*/riz)

Editor : Achmad RW
#binaan #mlatiwangi #Ekspor #UMKM #BRI