Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar, Sinyal Optimisme terhadap Prospek BBRI Jangka Panjang

Achmad RW • Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:32 WIB
Ilustrasi BRI
Ilustrasi BRI

JAKARTA, RadarJombang.id  – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi.

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang dinilai tetap solid.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, aksi korporasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menunjukkan optimisme manajemen terhadap kinerja BRI ke depan.

Baca Juga: Fundamental Kuat, BRI Sambut Positif Dukungan Berbagai Pihak terhadap Pasar Modal

“Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” ujarnya.

Pelaksanaan buyback saham akan berlangsung mulai 12 Juni hingga 11 September 2026.

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026.

Baca Juga: Transformasi Wealth Management Berbuah Manis, BRI Dinobatkan sebagai Best Private Bank di Indonesia

Menurut Dhanny, keputusan buyback juga mempertimbangkan dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, hingga keluarnya aliran modal dari negara berkembang yang turut memengaruhi pasar modal Indonesia.

“Melalui aksi korporasi ini, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini, sehingga pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan,” katanya.

Pendanaan buyback akan dilakukan dengan tetap berpedoman pada ketentuan regulator dan dilaksanakan pada harga yang dinilai wajar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Meski menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk buyback, kondisi permodalan BRI dinilai tetap sangat kuat.

Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tetap berada di level 22,86 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 18,37 persen.

Capaian tersebut menunjukkan BRI masih memiliki ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga ketahanan menghadapi berbagai risiko di sektor perbankan.

Dhanny menambahkan, saham hasil buyback nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pekerja serta Direksi dan Dewan Komisaris setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Di sisi lain, implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Achmad RW
#saham #BBRI #Buyback #BRI