Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Innalillahi, Jamaah Haji Asal Jombang Kembali Wafat di Makkah, Sempat Kritis di ICU  

Anggi Fridianto • Selasa, 9 Juni 2026 | 19:01 WIB
Hj Mauduah binti Sa
Hj Mauduah binti Sa'i, 58, warga Dusun Plengkung, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto jemaah haji asal Jombang yang meninggal di Makkah.

 

 

Radarhombang.id – Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. 

 

Seorang jamaah haji asal Kabupaten Jombang yang tergabung dalam Kloter 63 wafat di Makkah setelah menjalani perawatan intensif akibat meningitis dan pneumonia.

Baca Juga: Jemaah Haji KBIHU Thoriqul Jannah Jombang Ziarah ke Thaif, Telusuri Jejak Sahabat Nabi dan Sejarah Islam

Jamaah tersebut adalah Hj Mauduah binti Sa'i, 58, warga Dusun Plengkung, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto. 

 

Jemaah dilaporkan meninggal dunia di Saudi National Hospital (SNH) Makkah, Selasa (9/6) pukul 07.05 waktu Arab Saudi.

 

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang Ilham Rohim membenarkan kabar tersebut. 

 

Menurut dia, jemaah merupakan satu-satunya jamaah Kloter 63 yang tidak ikut bergeser ke Madinah karena harus menjalani perawatan di rumah sakit.

 

"Kami baru mendapat informasi dari petugas pendamping haji. Memang ada satu jamaah Kloter 63 yang tertinggal di Makkah karena sakit. Hari ini kami menerima kabar beliau telah meninggal dunia," ujar Ilham saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Napak Tilas Jejak Sahabat Nabi, Jemaah Haji dari KBIHU Thoriqul Jannah Jombang Ziarah ke Thaif

Pihaknya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

 

"Kami turut berduka cita atas wafatnya Ibu Hj Mauduah binti Sa'i. Semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT," tuturnya.

 

Ilham menjelaskan, jemaah tersebut masuk kategori jamaah risiko tinggi (risti) berat. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ia mengalami meningitis dan pneumonia sehingga harus mendapatkan perawatan intensif.

 

Kondisi kesehatannya mulai menurun sekitar sepekan setelah tiba di Makkah. Saat itu almarhumah dirujuk ke Rumah Sakit King Abdul Aziz dan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

 

"Sempat ada perbaikan kondisi sehingga dipindahkan ke ruang rawat biasa. Namun setelah Armuzna, beliau dipindahkan ke Saudi National Hospital dan kembali dirawat di ICU hingga akhirnya meninggal dunia," jelas Ilham.

 

Selama menjalani perawatan, jemaah tidak dapat mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pelaksanaan hajinya kemudian dibadalkan sesuai ketentuan bagi jamaah yang sakit dan tidak memungkinkan meninggalkan rumah sakit.

 

Sebelum rombongan jamaah bertolak ke Madinah, sejumlah jamaah asal Jombang sempat menjenguk jemaah di rumah sakit.

 

Dengan wafatnya Hj Mauduah, jumlah jamaah haji asal Jombang yang meninggal dunia selama musim haji 2026 menjadi tiga orang. Sebelumnya dua jamaah asal Jombang, Hj Rubiansih dan Suyono, juga meninggal dunia di Tanah Suci.

 

Ilham menyebut jumlah jamaah haji asal Jombang yang tercatat sebelumnya sebanyak 1.260 orang. Setelah satu jamaah meninggal dunia di Makkah, jumlahnya kini menjadi 1.259 orang.

 

Menjelang kepulangan jamaah ke Indonesia, Ilham mengingatkan seluruh jamaah asal Jombang yang saat ini berada di Madinah agar menjaga kesehatan.

 

"Saya mengimbau jamaah haji Jombang untuk menjaga kondisi kesehatan, memperbanyak amal saleh sesuai kemampuan, menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, serta memohon perlindungan kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian ibadah dapat diselesaikan dengan baik dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat," pungkasnya. (ang)

Editor : Anggi Fridianto
#kemenhaj dan umrah jombang #jemaah haji jombang #kloter 63 #meninggal dunia