Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Anak Petani dari Jombang Tembus Korea Selatan, Kini Jadi Peneliti Muda Wakil Indonesia

Wenny Rosalina • Sabtu, 6 Juni 2026 | 06:08 WIB
Catur Ratna Sa’adah
Catur Ratna Sa’adah

 

JOMBANG - Keterbatasan ekonomi tak menghalangi langkah Catur Ratna Sa’adah meraih prestasi. Perempuan asal Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung itu kini menjalani penelitian di Korea Selatan sebagai wakil Indonesia dalam program ASEAN-Korea Young Scholar Research Grant.

Sejak kecil, Nana sudah terbiasa belajar dan membaca. Kebiasaan itu menjadi bekal utama hingga mampu menembus program riset internasional. ”Sejak SD saya memang suka belajar dan membaca. Saya juga suka menulis cerita pendek dari kecil,” ujarnya.

Nana menempuh pendidikan di SDN Karangwinongan 2, SMPN 1 Mojoagung, dan MAN 1 Jombang. Ia kemudian melanjutkan studi Sastra Jepang di Universitas Airlangga. Selama kuliah, Nana mengandalkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Di tengah keterbatasan, ia juga mendapat bantuan dari keluarga. ”Selama kuliah saya juga dibantu tante dan saudara. Karena kalau hanya mengandalkan uang KIP sebenarnya belum cukup untuk hidup di Surabaya,” katanya.

Kondisi tersebut justru memacu semangatnya untuk terus berprestasi. ”Dari dulu saya memang tipe orang yang ambisius. Saya selalu berpikir kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa,” tuturnya.

Baca Juga: Ketum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal, Ribuan Santri Hingga Tokoh Nasional Antarkan ke Pemakaman

Semangat itu membawanya lolos program fast track dan melanjutkan S2 lebih cepat saat masih menyelesaikan S1. ”Harusnya saya baru lulus S1, tapi karena ikut fast track jadi bisa lanjut S2 lebih cepat,” ujarnya.

Kesempatan ke Korea Selatan datang saat ia mendapat informasi program riset dari dosen pembimbing. Meski waktu persiapan singkat, Nana mampu menyusun proposal dalam kurang dari sepekan. ”Waktu itu saya dapat informasinya sudah H-6 penutupan pendaftaran. Jadi saya benar-benar fokus menyelesaikan proposal riset,” katanya.

Kini, ia menjalani riset di Korea Selatan dan bersiap mempresentasikan hasilnya di forum internasional. ”Kalau belajar dipaksakan malah tidak masuk. Saya lebih fleksibel. Tapi memang dari kecil saya lebih suka belajar dan membaca daripada main,” katanya.

Meski perjalanan akademiknya masih panjang, Nana kini memiliki cita-cita baru. Jika dulu ingin menjadi dokter, kini ia justru tertarik menekuni dunia penelitian. ”Sekarang saya ingin jadi peneliti,” pungkas mahasiswi program Pasca Sarjana Unair Prodi Kajian Sastra dan Budaya tersebut. (wen/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#catur ratna saadah #mahasiswi jombang #riset korea selatan #asean korea young scholar grant #Unair Surabaya