JOMBANG - Jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang tergabung dalam Kloter SUB 61 telah menuntaskan rangkaian utama ibadah haji setelah melaksanakan tawaf ifadah dan sa’i di Masjidil Haram, Makkah. Pelaksanaan ibadah dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi jemaah, termasuk faktor kesehatan maupun uzur syar’i.
Ketua Rombongan 1 SUB Kloter 61 sekaligus Pembimbing Ibadah Haji (PIH) KBIHU Thoriqul Jannah, Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim, mengatakan sekitar 80 persen jemaah melaksanakan tawaf ifadah dan sa’i secara bersama dalam rombongan. ”Sebagian ada yang mendahului secara mandiri, tetapi mayoritas jamaah melaksanakan tawaf ifadah dan sa’i bersama rombongan,” ujarnya.
Menurut dia, sebagian jemaah lainnya dijadwalkan pada hari berbeda karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk mengikuti rombongan besar. Di antaranya jemaah yang menggunakan kursi roda, sedang sakit, mengalami kelelahan, hingga jemaah perempuan yang masih dalam masa menstruasi. ”Kami jadwalkan secara bertahap. Yang menggunakan kursi roda, yang sakit, maupun yang memiliki uzur syar’i tetap kami dampingi hingga bisa menyelesaikan tawaf ifadah dan sa’i dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan, skema pelaksanaan bertahap dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah tetap dapat menyelesaikan rukun haji tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan. ”Kesehatan jemaah menjadi prioritas. Jangan sampai karena mengejar jadwal bersama, kondisi fisik jemaah justru menurun. Yang penting seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan baik, aman, dan sesuai kemampuan masing-masing,” jelasnya.
Tawaf ifadah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, sementara sa’i menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dalam rangkaian ibadah haji. Secara spiritual, tawaf ifadah dimaknai sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT, sedangkan sa’i menjadi simbol ikhtiar sebagaimana dicontohkan Siti Hajar dalam pencarian air untuk Nabi Ismail AS. ”Sa’i mengajarkan bahwa seorang muslim harus terus berikhtiar. Setelah berusaha maksimal, barulah berserah diri kepada Allah. Itu pelajaran yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari,” terang Zulfikar.
Dengan selesainya dua rangkaian tersebut, seluruh fase puncak ibadah haji jemaah asal Jombang yang tergabung dalam Kloter SUB 60 maupun SUB 61 dinyatakan telah tuntas. Meski demikian, Zulfikar mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan hingga kepulangan ke Tanah Air. Cuaca panas dan padatnya aktivitas masih menjadi tantangan di Tanah Suci.
Petugas terus mengimbau jemaah untuk memperbanyak minum air putih, beristirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta tidak memaksakan diri dalam aktivitas tambahan. ”Kami berharap seluruh jemaah tetap menjaga kesehatan sampai nanti kembali ke Indonesia. Haji bukan hanya soal menyelesaikan rangkaian ibadah, tetapi juga menjaga amanah kesehatan yang telah diberikan Allah SWT,” tuturnya.
Ia bersyukur seluruh proses ibadah berjalan lancar dan berharap jemaah memperoleh predikat haji mabrur. ”Alhamdulillah sejauh ini kondisi jamaah sehat. Semoga seluruh jamaah mendapatkan haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat, sehat, serta membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto