Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Usai Wukuf dan Mabit di Muzdalifah, Jemaah Haji Jombang Jalani Lontar Jumrah

Anggi Fridianto • Minggu, 31 Mei 2026 | 06:52 WIB
TAHALUL: Ketua Rombongan 1 SUB Kloter 61 sekaligus Pembimbing Ibadah Haji (PIH) KBIHU Thoriqul Jannah, Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim, mencukur rambut jemaah, kemarin.
TAHALUL: Ketua Rombongan 1 SUB Kloter 61 sekaligus Pembimbing Ibadah Haji (PIH) KBIHU Thoriqul Jannah, Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim, mencukur rambut jemaah, kemarin.

 

JOMBANG – Setelah menjalani mabit di Muzdalifah usai puncak ibadah wukuf di Arafah, jemaah haji asal Jombang kini melanjutkan rangkaian ibadah di Mina. Ribuan jemaah mulai menjalani lontar jumrah sekaligus mabit di kawasan tenda Mina selama hari tasyrik.

Ketua Rombongan 1 SUB Kloter 61 sekaligus Pembimbing Ibadah Haji (PIH) KBIHU Thoriqul Jannah, Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim, menjelaskan, jemaah saat ini menjalani tahapan lontar jumrah sesuai jadwal ibadah haji.

Pada 10 Dzulhijjah, jemaah melaksanakan lontar Jumrah Aqabah. Kemudian pada 11 Dzulhijjah dilanjutkan lontar tiga jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Rangkaian serupa kembali dilakukan pada 12 Dzulhijjah.

’’Setelah mabit di Muzdalifah, jemaah kini menjalani mabit di Mina dan melaksanakan lontar jumrah sesuai jadwal,’’ terangnya.

Baca Juga: Usai Wukuf, Jemaah Haji Asal Jombang Jalani Mabit di Musdalifah

Jemaah KBIHU Thoriqul Jannah SUB Kloter 60 dan 61 mengambil nafar awal. Artinya, jemaah meninggalkan Mina lebih awal pada 12 Dzulhijjah setelah menyelesaikan lontar jumrah hari terakhir sebelum matahari terbenam.

’’Jemaah KBIHU Thoriqul Jannah SUB Kloter 60 dan 61 mengambil nafar awal dan kembali ke hotel setelah menyelesaikan lontar jumrah,’’ katanya.

Mabit di Mina menjadi salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji setelah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. Di lokasi tersebut, jemaah diwajibkan menginap di tenda serta menjalankan lontar jumrah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.

Selama berada di Mina, kondisi jemaah biasanya cukup padat karena jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul di area tenda yang terbatas. Karena itu, jemaah diminta menjaga kondisi fisik, memperbanyak minum air, serta menghindari aktivitas berat di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi.

Jemaah juga diimbau disiplin mengikuti jadwal keberangkatan lontar jumrah yang sudah diatur petugas untuk menghindari penumpukan massa di Jamarat. Jemaah diminta tidak memaksakan diri berjalan sendiri tanpa pendamping, terutama lansia dan risiko tinggi.

Petugas haji juga mengingatkan sejumlah larangan selama masih dalam keadaan ihram. Di antaranya, tidak memakai wewangian, tidak memotong rambut atau kuku, tidak berburu hewan, serta menjaga ucapan maupun perilaku agar tidak memicu pertengkaran.

’’Setelah menyelesaikan rangkaian di Mina, jemaah selanjutnya kembali ke hotel di Makkah untuk melanjutkan ibadah sunnah maupun persiapan tawaf ifadah sebelum menunggu jadwal kepulangan ke tanah air,’’ ungkapnya. (ang/jif)

Editor : Anggi Fridianto
#KBIHU Thoriqul Jannah #jemaah haji jombang #lempar jumrah Mina #mabit di Mina #Haji 2026