JOMBANG - Menjelang pelaksanaan wukuf sebagai puncak ibadah haji, satu jemaah asal Jombang dipastikan dibadalhajikan. Jemaah dari Kloter 63 tersebut masih menjalani perawatan medis akibat sakit meningitis dan pneumonia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang Ilham Rohim mengatakan, seluruh jemaah dari Kloter 60, 61, dan 62 dalam kondisi siap diberangkatkan ke Arafah. Namun, satu jemaah dari Kloter 63 belum bisa mengikuti rangkaian ibadah Armuzna.
’’Alhamdulillah Kloter 60, 61, dan 62 semua berangkat ke Arafah. Namun Kloter 63 ada satu jemaah yang dirawat dan dibadalhajikan karena hasil diagnosis terakhir menunjukkan meningitis dan pneumonia,’’ ujarnya, Senin (25/5).
Baca Juga: Jelang Wukuf, Menhaj RI Hingga Tim Kesehatan Lakukan Pemeriksaan Terhadap Jemaah Haji Asal Jombang
Menurut Ilham, seluruh jemaah asal Jombang saat ini tengah menjalani persiapan akhir menjelang wukuf pada 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau Senin (26/5). Petugas kloter bersama tenaga kesehatan terus melakukan pendampingan untuk memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar. Mulai dari pembinaan tata cara wukuf, pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang identitas hingga distribusi makanan siap saji bagi jemaah.
”Petugas kloter dan kesehatan melakukan pembinaan tentang proses wukuf, pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang serta pembagian makanan siap saji untuk pra dan pasca Armuzna,’’ katanya.
Ia menjelaskan, para jemaah akan menjalani rangkaian kegiatan di Arafah selama dua hari satu malam. Sedangkan pelaksanaan wukuf berlangsung pada 9 Dzulhijjah mulai pukul 12.00 hingga 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
’’Para jemaah akan melaksanakan wukuf di Arafah selama dua hari satu malam,’’ terangnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang selama jemaah berada di Arafah. Mulai dari tenda tertutup berpendingin udara (AC), konsumsi hingga buah-buahan untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah.
’’Jemaah haji di Arafah akan mendapatkan tenda tertutup dilengkapi AC dan diisi berdasarkan kloter. Di Arafah juga disiapkan makan, minum dan buah yang cukup,’’ jelasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto