MAKKAH – Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah pada Senin (25/5), jemaah haji asal Jombang terus mempersiapkan kondisi fisik maupun mental. Pemeriksaan kesehatan dan visitasi intensif juga dilakukan petugas kloter untuk memastikan seluruh jemaah siap menjalani puncak ibadah haji.
Ketua Rombongan 1 SUB Kloter 61, Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim, mengatakan pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala selama jemaah berada di Hotel Majed Al Harthi Syisyah, Makkah.
”Visitasi jamaah Kloter SUB 61 dilakukan oleh tenaga kesehatan kloter dan petugas kloter selama di Hotel Majed Al Harthi Syisyah Makkah,” ujarnya.
Menurut dia, perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) dan mereka yang masuk kategori risiko tinggi (risti). Petugas kesehatan bahkan melakukan pemeriksaan door to door untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil menjelang agenda Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). ”Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah bagi jamaah dengan riwayat diabetes mellitus, hingga saturasi oksigen,” tambahnya.
Selain pemeriksaan rutin, tenaga medis kloter juga menerapkan prinsip pelayanan cepat tanggap terhadap keluhan kesehatan jemaah. ”Prinsip tenaga medis SUB 61 adalah memadamkan api kecil sebelum membesar. Jadi sekecil apa pun keluhan kesehatan jamaah langsung kami respons,” jelasnya.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama Armuzna, petugas juga gencar memberikan edukasi kepada jemaah. Salah satunya terkait bahaya dehidrasi yang disebut sebagai pemicu utama heatstroke.
Petugas mengingatkan jemaah agar tidak menunggu haus untuk minum. Jemaah diedukasi mengenai tata cara konsumsi air putih dan cairan oralit elektrolit selama kegiatan di luar ruangan.
Selain itu, penggunaan alat pelindung diri (APD) haji seperti masker, payung, alas kaki, dan semprotan air juga terus disosialisasikan kepada jemaah. ”Dehidrasi adalah akar heatstroke. Jamaah harus mengenali tanda-tandanya dan memahami penanganan awalnya,” terang Zulfikar.
Petugas kloter juga menekankan pentingnya sistem saling menjaga antarsesama jemaah melalui pola “Buddy System” atau satu menjaga satu. “Setiap jamaah harus peduli dengan kondisi teman di sekitarnya. Jangan sampai ada yang terpisah atau mengalami gangguan kesehatan tanpa diketahui,” katanya.
Pembimbing Ibadah Haji (PIH) KBIHU Thoriqul Jannah ini menambahkan, seluruh jemaah kini fokus menjaga stamina menjelang keberangkatan menuju Arafah. “Insyaallah hari Senin kita berangkat wukuf,” pungkasnya.
Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling utama.
Pada momentum tersebut, jemaah dianjurkan memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, dan memohon ampunan. Pada Sabtu, (23/5), Menteri Haji dan Umrah KH Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan) juga memantau kesiapan jemaah Indonesia, khususnya Jombang menejelang wukuf. Gus Irfan dilaporkan menyapa dan melakukan kunjungan ke hotel-hotel Jemaah serta berkoordinasi dengan ketua kloter dan para pendamping haji untuk memastikan kesiapan jelang puncak ibadah haji (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto