Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kenang Perjuangan Gus Dur, Puluhan Bhante dari 4 Negara Doa Bersama di Tebuireng Jombang

Anggi Fridianto • Rabu, 20 Mei 2026 | 07:18 WIB
BAWA PESAN TOLERANSI: Puluhan bhante dan biksu dari sejumlah negara Asia Tenggara melakukan doa bersama di makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Selasa (19/5).
BAWA PESAN TOLERANSI: Puluhan bhante dan biksu dari sejumlah negara Asia Tenggara melakukan doa bersama di makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Selasa (19/5).

 

JOMBANG - Puluhan bhante dan biksu dari sejumlah negara Asia Tenggara berdoa bersama dan tabur bunga di makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Selasa (19/5).

Rombongan yang tergabung dalam Indonesia Walk for Peace 2026 itu tiba di Tebuireng sekitar pukul 10.00 WIB setelah menempuh perjalanan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Kedatangan mereka disambut hangat pengurus pesantren. Setelah beristirahat sejenak, para bhante kemudian menuju kompleks pemakaman keluarga besar Tebuireng untuk memanjatkan doa di pusara Gus Dur.

Suasana khidmat terasa ketika para bhante duduk bersila di dekat makam Gus Dur. Di saat bersamaan, peziarah muslim melantunkan tahlil di area makam. Keluarga besar Tebuireng, Riza Yusuf Hasyim (Gus Riza), turut mendampingi rombongan.

 Usai doa bersama, para bhante dan biksu melakukan tabur bunga di pusara Gus Dur serta makam sejumlah tokoh Tebuireng. Di antaranya di antaranya KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Yusuf Hasyim, hingga KH Salahuddin Wahid.

Ketua rombongan Bhante Tejapunnyo menjelaskan, perjalanan damai tersebut diikuti 57 bhante dan biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia.

 Perjalanan dimulai dari Brahmavihara Arama, Buleleng, Bali, pada 9 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir di Candi Borobudur pada puncak peringatan Hari Tri Suci Waisak, 31 Mei mendatang. ”Hari ini kami melakukan doa bersama di makam Gus Dur. Tidak ada kalimat terbaik selain doa,” ujar Bhante Tejapunnyo.

Baca Juga: Puluhan Biksu Asia Tenggara Jalan Kaki Masuk Jombang, Kunjungi Klenteng Tua Hingga Ziarah ke Makam Gus Dur

Menurut dia, Gus Dur merupakan tokoh yang sangat dihormati umat Buddha karena dinilai berjasa besar menjaga pluralisme dan toleransi di Indonesia. ”Beliau guru bangsa. Jasa-jasa beliau dalam menjaga keberagaman selalu kami ingat,” katanya.

Sebelum berziarah ke Tebuireng, rombongan lebih dulu disambut Bupati Jombang Warsubi di Pendopo Kabupaten Jombang. Dalam sambutannya, Warsubi mengapresiasi perjalanan spiritual para bhante dan biksu menuju Borobudur.

”Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang dan masyarakat Jombang, kami menyampaikan selamat datang dan salam hormat kepada para bhante dan biksu yang singgah di Kabupaten Jombang,” ujar Warsubi.

Acara penyambutan turut dihadiri Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid, Forkopimda, tokoh lintas agama, komunitas Gusdurian, hingga para pemuka agama. Warsubi menyebut Jombang sebagai Kota Santri sekaligus miniatur Indonesia karena masyarakatnya hidup dalam keberagaman dengan tetap menjunjung toleransi dan kerukunan.

Ia berharap semangat damai yang dibawa dalam Indonesia Walk for Peace 2026 dapat terus menebarkan pesan persaudaraan dan kebajikan bagi masyarakat luas. ”Kehadiran para biksu di Jombang menjadi simbol persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama,” tuturnya. (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Bhante Asia #Walk for Peace 2026 #Bhiksu Borobudur #Tebuireng Jombang #makam gus dur