JOMBANG – Ahli waris dari Suyono, 57, jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang meninggal dunia di Tanah Suci bakal menerima santunan atau asuransi dari pemerintah.
Santunan tersebut diberikan karena jemaah meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
’’Sesusai ketentuan yang berlaku, akan mendapatkan asuransi. Jadi semua jemaah yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji akan mendapatkan santunan,’’ kata Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, (13/5).
Nominal santunan yang diterima ahli waris setara dengan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang dibayarkan jemaah. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 58 juta. ’’Nominalnya sebesar biaya perjalanan haji, sekitar Rp 58 juta sekian,’’ terangnya.
Pencairan santunan tidak dilakukan dalam waktu dekat. Proses penyaluran baru akan dilakukan setelah seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji selesai.
’’Nanti dicairkan kalau tahapan hajinya sudah selesai. Penyaluran dilakukan melalui rekening ahli waris,’’ paparnya.
Baca Juga: Jemaah Haji Jombang di Makkah Dapat Pendampingan Intensif Jelang Puncak Haji
Selain mendapat santunan, ibadah haji jemaah yang meninggal juga akan dibadalkan oleh petugas penyelenggara ibadah haji Indonesia di Mekkah.
Badal haji dilakukan karena yang bersangkutan meninggal dunia sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah wajib haji. ”Untuk hajinya nanti dibadalkan oleh panitia penyelenggara ibadah haji di Mekkah, petugas dari Indonesia,” tambahnya.
Ilham memastikan kondisi jemaah haji asal Jombang secara umum dalam keadaan baik. Saat ini total sebanyak 1.261 jemaah dilaporkan sehat setelah sebelumnya sempat ada beberapa jemaah menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Sebelumnya, kabar duka datang dari rombongan jemaah haji asal Kabupaten Jombang di Tanah Suci. Suyono, 57, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam yang tergabung dalam Kloter SUB 62 dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah tiba di hotel di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (9/5).
Almarhum diduga mengalami serangan jantung setelah sempat pingsan saat turun dari bus rombongan. Pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang menerima laporan meninggalnya jemaah tersebut tidak lama setelah rombongan tiba di Jeddah.
(ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto