Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dukungan BRI Bikin UMKM Olahan Salak Asal Bekasi Tembus Pameran Internasional di Singapura

Achmad RW • Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40 WIB
BRi bantu UMKM olahan salak naik kelas
BRi bantu UMKM olahan salak naik kelas

RadarJombang.id – Produk olahan salak asal Indonesia mulai dilirik pasar global. Hal itu terlihat dari langkah UMKM SALAKU yang tampil dalam ajang Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura pada 21–24 April 2026.

UMKM asal Bekasi tersebut membawa berbagai produk camilan sehat berbahan dasar salak dan berhasil menarik perhatian pelaku industri makanan internasional. Keikutsertaan SALAKU dalam pameran internasional itu mendapat dukungan dari BRI melalui program pemberdayaan BRI UMKM EXPORT.

SALAKU sendiri berdiri sejak 2016 dengan mengusung konsep zero waste dalam pengolahan salak. Berbagai produk inovatif kemudian lahir, mulai cookies sagu gluten free hingga aneka camilan sehat berbasis komoditas lokal.

Baca Juga: Didukung BRI, UMKM Olahan Sagu Asal Papua Tembus Pameran Internasional di Singapura

Pemilik SALAKU, Shelly, mengatakan membangun usaha tersebut bukan perjalanan yang mudah. Di awal merintis usaha, produksi masih dilakukan secara sederhana dengan berbagai eksperimen produk.

“Proses produksi dilakukan secara sederhana, eksperimen dilakukan berulang kali, dan kegagalan menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

Menurutnya, konsistensi inovasi menjadi kunci utama agar produk olahan salak mampu diterima pasar. SALAKU tidak hanya fokus menciptakan produk yang enak, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan dan dampak sosial bagi petani sekitar.

Baca Juga: Kabar Gembira! Dividen BRI Rp 52 Triliun Dibayarkan Hari Ini, Investor Panen Cuan

Seiring berkembangnya usaha, SALAKU kini mampu memproduksi ribuan produk setiap bulan. Produk unggulan seperti Browker Ori dan Cheese Sagu dipasarkan melalui retail modern, marketplace, toko oleh-oleh hingga jaringan reseller.

Usaha tersebut juga memanfaatkan layanan digital BRI seperti EDC, QRIS dan BRImo untuk mempermudah transaksi konsumen.

Melalui pendampingan BRI, SALAKU mendapatkan proses kurasi dan pembinaan mulai pengembangan kualitas produk, desain kemasan hingga kesiapan produksi untuk pasar ekspor.

Tak hanya itu, pelaku usaha juga dibekali pelatihan ekspor agar memahami standar internasional dan strategi penetrasi pasar global.

Saat mengikuti FHA 2026, SALAKU aktif memperkenalkan produk melalui kegiatan sampling dan penjajakan kerja sama dengan buyer dari berbagai negara.

“Selama pameran, kami merasakan langsung bagaimana produk olahan salak yang sebelumnya dianggap niche ternyata memiliki daya tarik kuat di pasar luar negeri,” kata Shelly.

Sementara itu, Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., mengatakan keberhasilan SALAKU tampil di FHA 2026 menjadi bukti UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global.

“SALAKU menjadi contoh bagaimana UMKM dapat berkembang melalui inovasi yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Menurutnya, BRI akan terus memperkuat pemberdayaan UMKM agar semakin banyak produk lokal Indonesia mampu naik kelas dan menembus pasar internasional. (*/riz)

Editor : Achmad RW
#SIngapura #naik kelas #bekasi #Olahan salak #BRI