RadarJombang.id - Arus kendaraan di jalur arteri Bandarkedungmulyo–Mengkreng, mengalami kemacetan parah H+2 Lebaran, Senin (23/3). Kepadatan kendaraan membuat waktu tempuh melambat hingga dua kali lipat dari kondisi normal.
’’Merayap, mulai dari Kabuh sampai ke sini merayap terus,’’ kata Supriyanto, 55, warga Kabupaten Tuban, yang terjebak kemacetan saat perjalanan menuju Kabupaten Kediri. Kemacetan yang dia alami sudah berlangsung lebih dari dua jam. Dalam kondisi normal, dia seharusnya sudah mencapai tujuan. Namun kemarin dia baru nyampai di Bandarkedungmulyo.
’’Hampir dua jam lebih macet. Kalau normal biasanya dari Kabuh itu sudah sampai, ini belum sampai,’’ imbuhnya.
Ia memperkirakan perjalanan menuju Kediri yang biasanya ditempuh sekitar 3,5 jam, kini bisa molor hingga lima jam akibat kemacetan tersebut.
’’Perkiraan dua jam lebih sampai Kediri. Artinya kalau begini bisa jadi lima jam baru sampai,’’ tuturnya.
Supriyanto juga menjelaskan kondisi lalu lintas sempat lancar hingga wilayah Perak. Namun, kemacetan kembali terjadi di depan exit tol Bandarkedungmulyo dengan antrean kendaraan mencapai hampir satu kilometer.
’’Dari exit tol sampai sini sekitar 30 menit,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan turun langsung meninjau dan mengatur arus lalu lintas di lokasi. Ia menyebut kepadatan kendaraan di jalur Bandarkedungmulyo–Mengkreng memang sudah diprediksi.
’’Memang padat di H+2 Lebaran. Terjadi penyempitan karena ada dua jembatan, sehingga membutuhkan pengaturan ekstra,” jelasnya.
Untuk mengurai kemacetan, polisi melakukan pengaturan lalu lintas di Simpang Mengkreng bekerja sama dengan Satlantas Polres Kediri dan Nganjuk. Pengaturan juga dilakukan di perlintasan rel kereta api yang menjadi salah satu titik hambatan.
Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus juga diterapkan. Kendaraan dari arah Bandarkedungmulyo diarahkan menuju Jatipelem dan jalur alternatif lainnya.
Sebagai bentuk empati kepada pengguna jalan, petugas juga membagikan makanan ringan dan minuman kepada pengendara yang terjebak antrean. Terutama di sekitar perlintasan kereta api dan jembatan.
’’Kami memborong dari pedagang kecil seperti PKL (Pedagang Kaki Lima), berupa tahu dan air mineral. Selain membantu UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) lokal, juga untuk masyarakat yang belum sempat membeli bekal,” ungkapnya.
Ardi juga mengimbau para pemudik untuk mengatur jadwal perjalanan arus balik agar tidak menumpuk pada puncak tanggal tertentu.
’’Kami harap tidak memaksakan kembali pada tanggal 24. Bisa mulai hari ini (kemarin) atau besok (hari ini) untuk menghindari penumpukan,’’ katanya.
Terkait pelanggaran lalu lintas seperti bus yang melanggar aturan antrean, pihak kepolisian memastikan akan mengambil tindakan tegas.
”Satlantas sudah mengumpulkan PO bus agar menaati peraturan. Kita antre, insya Allah arus akan lancar,” katanya. (fid/jif)
Editor : Anggi Fridianto