JOMBANG – Semangat dan konsistensi menjadi kunci Muhammad Idham Kholid. Sehingga bisa menjadi juara satu cabang 5 juz tilawah Musabaqah Tilawatil Quran Provinsi Jawa Timur di Jember 2025.
’’Setiap hari saya berusaha istiqamah murojaah 5-10 juz. Kalau Ramadan alhamdulillah lebih banyak lagi,’’ kata Putra kedua dari tiga bersaudara pasangan H Sururi dan Hj Ida Nur Muwahhidah tersebut.
Warga Dusun Bunut RT 01/RW 07, Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ini sekarang mondok di PP Nur Muhammad Wonoayu, Mojoagung.
Remaja kelahiran 10 Maret 2007 ini menempuh pendidikan di MI Sabilul Mubtadiin Driyorejo Gresik. Lalu melanjutkan ke MTs dan MA Madrasatul Qur’an Tebuireng.
Ketertarikan Idham terhadap Alquran berawal dari dorongan orang tua. Kakaknya lebih dulu menjadi penghafal Alquran, sehingga ia pun diminta mengikuti jejak.
’’Awalnya memang terlihat berat sekali. Tapi seiring berjalannya waktu, alhamdulillah bisa terlewati semua,’’ ungkapnya.
Ia berhasil khatam hafalan 30 juz saat duduk di kelas 3 MTs. Meski awalnya atas arahan orang tua, Idham menegaskan dirinya tidak pernah merasa terpaksa. Justru proses itu membentuk kedisiplinan dan kecintaannya terhadap Alquran.
Dalam menghafal, Idham menerapkan metode bertahap. Tahun pertama ia fokus memperlancar bacaan (bin-nadhar), memperhatikan tajwid, fashohah, dan makharijul huruf. Setelah bacaan benar-benar lancar, barulah ia mulai menghafal.
’’Saya biasanya membaca dan meneliti dulu ayatnya, setelah ada bayangan baru saya hafalkan setengah halaman. Kalau sudah lancar dan disimakkan teman, baru lanjut setengah halaman berikutnya,’’ jelasnya.
Dalam sehari, ia mampu menambah hafalan 3–5 halaman dan wajib menyetorkan hafalan kepada ustad di pondok setiap hari.
Kiat menguasai Alquran menurutnya sederhana namun mendasar yaitu meluruskan niat. Istiqamah murojaah dan menggunakan satu jenis mushaf untuk memperkuat memori visual.
Untuk menjaga hafalan, Idham memegang pesan gurunya yaitu istiqamah dan memiliki target harian. Ia diwajibkan murojaah minimal 5–10 juz setiap hari. Bahkan selama Ramadan, jumlah tersebut bisa bertambah.
’’Guru saya juga berpesan agar sering bersedekah. Itu poin penting karena sedekah pengaruhnya sangat dahsyat,’’ tambahnya.
Prestasinya bukan perjalanan instan. Ia sempat tiga kali mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Gresik tanpa meraih juara. Saat mondok di Jombang, ia mencoba peruntungan di MTQ Kabupaten Jombang cabang Syarh Alquran dan langsung meraih juara satu. Meski sempat gagal di tingkat provinsi, semangatnya tak padam.
Pada kesempatan berikutnya, ia kembali mengikuti MTQ Jombang, kali ini di cabang 5 juz tilawah. Ia meraih juara 1 dan lolos seleksi untuk berlaga di tingkat provinsi.
Menjelang MTQ Jatim, ia sempat mengalami penurunan performa saat pembinaan. Hafalan kurang lancar dan tilawah tidak maksimal. Bahkan pembinanya sempat mempertanyakan kesiapannya.
’’Saya sempat diminta mempertimbangkan, lanjut atau tidak. Saya minta waktu sehari untuk berpikir,’’ kenangnya.
Setelah meminta nasihat kiai dan guru-gurunya, ia memutuskan bertahan. Dukungan penuh dari para guru dan orang tua menjadi titik balik semangatnya. Ia kembali berlatih maksimal hingga akhirnya tampil optimal dan meraih juara.
’’Semua berkat doa orang tua dan guru-guru saya,’’ ujarnya.
Kini, Idham tengah mempersiapkan diri menuju MTQ tingkat nasional. Ia menargetkan peningkatan kualitas tilawah sekaligus memperkuat kelancaran hafalan 5 juz yang menjadi cabangnya.
’’Harus lebih giat dan konsisten latihan, terutama di bidang tilawah dan tahfid sampai benar-benar lancar,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto