Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Telan APBN Rp 264 Miliar, Proyek Bendung Jatimlerek di Jombang Belum Masuk Pekerjaan Utama

Ainul Hafidz • Selasa, 17 Maret 2026 | 08:15 WIB

 

 

  DIKERUK: Tanggul Bendung Jatimlerek sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh dikeruk menggunakan alat berat.
DIKERUK: Tanggul Bendung Jatimlerek sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh dikeruk menggunakan alat berat.

JOMBANG – Proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek di Kecamatan Plandaan senilai Rp 264 miliar belum menyentuh pekerjaan utama di area bendung. Saat ini fokus di pengerukan untuk pembangunan saluran pengelak di sisi selatan tanggul.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, aktivitas yang dilakukan saat ini masih berupa pekerjaan awal.

”Pekerjaannya masih striping, pembersihan dan galian. Belum ke pekerjaan utama atau inti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya juga belum menerima laporan resmi mengenai capaian progres pekerjaan dari kontraktor pelaksana.

”Untuk progresnya kami belum mendapat keterangan resmi. Kami hanya tahu dari visual kiriman teman-teman masih ada pekerjaan dan alat di sana,” imbuhnya.

Proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek dirancang sebagai proyek multiyears yang akan berlangsung hingga 2027 nanti.

'Menurut Sultoni, sejumlah pekerjaan penting masih akan dilakukan, termasuk pembuatan saluran pengelak dan kisdam atau bendungan sementara.

”Kelihatannya pembuatan kisdam dimulai dari sisi selatan. Karena yang bermasalah ada di sisi selatan. Itu dahulu yang dibuatkan kisdam sehingga ketika masih membutuhkan air tidak mengganggu distribusi aliran air ke irigasi,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek memiliki nilai kontrak terkoreksi sebesar Rp 264 miliar. Proyek tersebut melalui proses tender dan dimenangkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

 

Bendung karet yang berada di aliran Sungai Brantas itu dibangun pada 1989 dan selesai pada 27 November 1992. Infrastruktur tersebut merupakan bendung karet pertama di Sungai Brantas dan memiliki fungsi vital dalam mendukung sistem irigasi di wilayah utara sungai.

Bendung tersebut menopang pengairan lahan pertanian dengan cakupan sekitar 1.818 hektare sawah di wilayah sekitarnya. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Kecamatan Plandaan #Jombang #proyek rehab #Pemkab Jombang #Jatimlerek #bendung