Radarjombang.id – Penyanyi sekaligus pencipta lagu Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3).
Kabar tersebut membuka duka mendalam bagi keluarga, sahabat sekaligus industri musik tanah air.
Informasi yang dihimpun, penyanyi lagu Nuansa Bening itu lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990.
Ia mulai dikenal publik saat mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol pada 2006.
Meski tidak keluar sebagai juara, langkah tersebut menjadi pintu awal kariernya di industri musik.
Namanya melejit setelah merilis album debut Pelangi di Malam Hari pada 2008.
Lagu daur ulang Nuansa Bening menjadi salah satu karya yang mengangkat popularitasnya.
Sejumlah lagu lain seperti Status Palsu dan Cinta Jangan Kau Pergi semakin mengukuhkan posisinya sebagai penyanyi pop papan atas.
Berkat pencapaian tersebut, Vidi meraih penghargaan Penyanyi Pria Terfavorit dalam MTV Indonesia Awards 2009.
Karier musiknya terus berjalan hingga 2022 saat merilis album Senandika yang berisi sepuluh lagu tentang perjalanan hidupnya sejak 2018.
Salah satu lagu berjudul Dara ia persembahkan untuk sang istri, Sheila Dara Aisha, yang dinikahinya pada Januari 2022.
Di balik perjalanan kariernya, Vidi Aldiano menghadapi ujian berat. Ia divonis mengidap kanker ginjal stadium tiga pada 2019 setelah menjalani pemeriksaan medis di Singapura.
Kala itu Vidi sempat mengungkap kondisi kesehatannya kepada publik.
“Kanker gue udah stadium 3, tapi belum menyebar ke pembuluh darah,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.
Pada 13 Desember 2019, ia menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri. Sejak saat itu Vidi hidup dengan satu ginjal. Berbagai perawatan dilakukan, mulai dari kemoterapi hingga imunoterapi.
Meski menghadapi kondisi kesehatan yang berat, Vidi tetap aktif berkarya dan tampil di berbagai panggung. Ia juga sering membagikan perjalanan melawan kanker melalui media sosial serta podcast yang dibawakannya.
Dalam unggahan Instagram Desember 2025, Vidi mengenang enam tahun perjuangannya melawan penyakit tersebut.
“Hari ini tepat 6 tahun saya berkenalan dengan hadiah dari Tuhan berupa kanker. Banyak perubahan sejak hari itu. Banyak prioritas berubah. Mindset shifted,” tulisnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto