Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Santri di Mojoagung Jombang Ungkap Rasa Aneh Telur Asin MBG, Sebelum Tumbang dan Keracunan Massal

Anggi Fridianto • Jumat, 6 Maret 2026 | 13:01 WIB

Kondisi telur asin diduga menjadi penyebab keracunan santri di Mojoagung
Kondisi telur asin diduga menjadi penyebab keracunan santri di Mojoagung


Radarjombang.id – Puluhan santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang, mengalami mual hingga muntah setelah berbuka puasa dengan menu nasi rawon dan telur asin dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (5/3).

Sejumlah santri bahkan mengaku merasakan keanehan pada telur asin yang mereka santap.
Azza Khoirun Nisa, 17, salah satu santri mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB saat para santri berbuka puasa. Tidak lama setelah makan, puluhan santri mulai mengeluhkan pusing, mual hingga muntah.

“Yang pingsan ada beberapa santri. Banyak yang muntah dan kondisinya lemas,” ujarnya.
Santri asal Surabaya itu menyebut dari total 34 santri putri di asrama, hanya sekitar tujuh orang yang tidak mengalami keluhan.

Sementara sebagian besar lainnya merasakan gejala serupa. Menu berbuka saat itu berupa nasi dan rawon yang dimasak pihak pesantren, sedangkan telur asin berasal dari paket MBG yang dibagikan kepada para santri.

Keluhan serupa juga disampaikan M Surur, 18, santri lain yang berada di lokasi. Ia mengatakan awalnya hanya merasakan mual yang tidak seperti biasanya. Namun dalam waktu singkat banyak rekannya mengalami gejala yang sama.

“Awalnya cuma mual, tapi tidak seperti mual biasanya. Ternyata banyak yang merasakan hal sama,” katanya.

Menurut Surur, kondisi paling banyak dialami santri putri. Bahkan beberapa di antaranya terlihat lemas hingga harus dibawa ke rumah sakit.

“Yang putri lebih banyak yang mengeluh mual,” tambahnya.

Salah satu santri lain, Azizah Putri Salsabila, 15, mengaku sempat merasakan keanehan pada telur asin yang ia makan saat berbuka puasa. Ia menyebut bau dan rasanya tidak seperti biasanya.

“Rawonnya rasanya normal. Tapi waktu makan telur asin, baunya agak busuk dan rasanya juga aneh,” ujarnya saat dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, Jumat (6/3).

Meski merasakan kejanggalan tersebut, ia tetap menghabiskan dua butir telur asin yang diterimanya. Tidak lama kemudian ia mulai merasakan pusing, mual dan muntah hingga tubuhnya lemas.

“Setelah makan itu langsung pusing, mual terus muntah. Sekarang sudah tidak muntah, tinggal pusing saja,” ungkapnya.

Pengasuh Ponpes Sholawat Darut Taubah, Muhammad Adam, mengatakan santrinya yang tinggal di asrama berjumlah sekitar 84 orang terdiri dari jenjang SMP hingga SMA. Pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB, pesantren menerima paket MBG yang berisi roti, buah-buahan dan telur asin dari SPPG Betek.

Sementara untuk menu berbuka, pihak pondok memasak nasi dan rawon sendiri. Lauk yang digunakan adalah telur asin dari paket MBG tersebut.

“Setelah magrib anak-anak buka puasa. Ada yang separuh makan, ada yang sudah selesai makan baru mual dan muntah. Saya kira telat makan atau maag, ternyata banyak yang mengalami,” tuturnya.

Melihat banyak santri mengalami keluhan, pihak pondok kemudian berkoordinasi dengan dapur MBG. Para korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung.

“Yang dibawa ke rumah sakit 40 santri, terdiri dari 30 putri dan 10 putra,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan santri Ponpes Sholawat Darut Taubah dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami mual, muntah hingga lemas usai berbuka puasa.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang kemudian melakukan penanganan serta mengambil sampel makanan di lokasi.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Hexawan Tjahja Widada, mengatakan para santri datang ke rumah sakit dengan indikasi gangguan akibat makanan.

“Gejalanya mual dan muntah seperti pada kasus intoleransi makanan,” ujarnya.

Pihaknya juga telah mengambil sejumlah sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.


“Sampel yang diambil ada rawon, telur asin dan muntahan korban. Akan kami kirim ke laboratorium untuk diperiksa,” pungkasnya. (riz)

Editor : Anggi Fridianto
#santri keracunan #Mojoagung #Jombang #Makan Bergizi Gratis #Makan Beracun Gratis #RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung