Radarjombang.id - Puluhan santri dari Pondok Pesantren AtTaubah, Betek, Mojoagung Jombang dilarikan ke rumah sakit Kamis (5/3) malam.
Mereka mengeluhkan gejala mual hingga muntah setelah buka bersama dengan menu rawon dari pondok dan telur asin yang mereka dapat dari penyaluran MBG.
Dari data yang dihimpun, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 19.40, saat proses salat tarawih baru saja selesai.
Dari beberapa video yang didapat Jawa Pos Radar Jombang, sejumlah santri putri terlihat digotong karena lemas hingga kemudian dibawa menggunakan ambulans.
M Surur, 18, salah satu santri di lokasi menyebutkan, ada banyak sekali rekannya yang mengeluhkan gejala keracunan termasuk dirinya sendiri.
"Ini tadi awalnya mual, tapi tidak seperti mual biasanya," ungkapnya.
Gejala itu, disebutnya juga makin meluas dan dirasakan lebih banyak rekan santrinya.
"Yang putri tadi lebih parah, lebih banyak juga yang mengeluhkan mual," tambahnya.
Ia menywbut, gejala itu juga muncul saat salat tarawih.
Sebelum itu, para santri menyantap makanan berupa nasi rawon dan telur asin.
"Yang dari MBG talur asin, dapat tadi pagi dimakan habis maghrib, kalau yang rawon dari pondok," tambahnya.
Para santri yang tumbang karena mual muntah itupun, dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung. Hingga Kamis malam, masih ada puluhan santri yang dirawat di rumah sakit itu.
"Untuk yang sudah pulang ada 10 orang kondisinya sudah baik, ada jhga 21 orang yang masih mendapat perawatan," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupatwn Jombang Hexawan Tjahja Widada di lokasi.
Hexa menjelaskan, para santri itu memang datang ke rumah sakit dengan indikasi keracunan atau intoleransi makanan.
"Gejalanya ya mual muntah, seperti umumnya gejala intoleransi makanan," lanjutnya.
Upaya untuk penanganan, hingga kini masih dilakukan petugas.
Selain itu, timnya jyga disebut telah mengambil sejumlah sampel di lokasi kejadian.
"Untuk sampel yang diambil ini tafi ada rawon, telur asin dan muntahan, besok akan kita kirim ke lab," tambahnya.
Saat disinggung terkait penyebab utama keracunan itu, Hexa belum menjawab rinci. Termasuk saat disinggung apakah ada kaitannya dengan MBG yang dikonsumsi santri.
"Kita belum bisa menyebut dari MBG, karena rawon kan dari pondok, untuk telur juga harus kita pastikan dulu apa dari SPPG atau dari pondok juga," pungkasnya. (riz)
Editor : Anggi Fridianto