Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ketum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal, Ribuan Santri Hingga Tokoh Nasional Antarkan ke Pemakaman

Anggi Fridianto • Senin, 2 Maret 2026 | 13:04 WIB

Ribuan peziarah memadati kawasan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kecamatan Jombang, Minggu (1/3/2026) malam.
Ribuan peziarah memadati kawasan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kecamatan Jombang, Minggu (1/3/2026) malam.

Radarjombang.id – Kota Santri Kabupaten Jombang kembali berduka. 

Ini setelah Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah berpulang. 

Tampak riibuan peziarah memadati kawasan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kecamatan Jombang, Minggu (1/3/2026) malam.

Mereka mengantar Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah menuju tempat peristirahatan terakhir.

Suasana duka terasa sejak petang di kediaman almarhumah di lingkungan Pondok Pesantren Al-Bishri, Mambaul Ma’arif, Denanyar.

Para pelayat datang silih berganti memberikan penghormatan terakhir.

Bendera putih terpasang di gerbang rumah duka. Karangan bunga dari sejumlah pejabat nasional berjejer di sekitar lokasi.

Margaret dikenal sebagai salah satu komisioner di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Ia juga menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama masa khidmah 2022–2027.

Iring-iringan ambulans pembawa jenazah tiba sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah prosesi singkat bersama keluarga, jenazah diberangkatkan menuju kompleks pemakaman Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar.

Ribuan santri dan masyarakat mengiringi perjalanan terakhir almarhumah. Keranda digotong bergantian para pelayat. Lantunan tahlil menggema sepanjang perjalanan dari rumah duka hingga area pemakaman.

Sebelum dimakamkan, jenazah disalatkan di Masjid Jami Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif. Salat jenazah dipimpin KH Marzuki Musta’mar, diikuti para santri, tokoh ulama, serta masyarakat yang memadati masjid.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam prosesi tersebut, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Jombang Warsubi.

Usai salat jenazah, almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman pondok pesantren, berdampingan dengan para masayikh Mambaul Ma’arif.

Kakak kandung almarhumah, KH Sholahudin Abdurahman, menyampaikan sebelum wafat Margaret sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, selama hampir dua pekan.

"Kurang lebih 12 sampai 13 hari dirawat di rumah sakit dan sempat berada di ICU," ucapnya di sela persiapan prosesi pemakaman.

Ia menambahkan, almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.25 WIB, Minggu pagi.

Pihak keluarga berharap masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama, berkenan mendoakan almarhumah agar seluruh amal ibadahnya diterima dan diampuni Allah SWT.

"Kepada seluruh pentakziah dan seluruh kaum Nahdliyyin dan seluruh umat Mohon doanya kepada adik saya tercinta Mudah-mudahan seluruh umat ibadannya diterima doa dan diampuni oleh Allah SWI dan ditempatkan di posisi terbaik di sisi Allah SWT," pungkasnya.

Editor : Anggi Fridianto
#Ponpes Mambaul Maarif Denanyar #Fatayat NU #Ketua #Jombang #Margaret Aliyatul meninggal