Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tekan Penyebaran Kasus PMK, Dinas Peternakan Gencar Lakukan Vaksinasi Hewan Ternak

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 28 Januari 2026 | 08:00 WIB

 

PENCEGAHAN: Disnak melakukan pemeriksaan rutin di peternak rakyat.   
PENCEGAHAN: Disnak melakukan pemeriksaan rutin di peternak rakyat.  

 

Radarjombang.id - Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang terus mengintensifkan upaya penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berbagai langkah dilakukan untuk menekan penyebaran sekaligus mendorong kembali zero kasus. Salah satunya dengan menggalakkkan vaksinasi terhadap hewan ternak.

SEJAK PAGI, petugas berseragam lapangan tampak hilir mudik di kandang-kandang peternak rakyat.

Sebagian membawa alat semprot disinfektan, lainnya memeriksa kondisi sapi satu per satu. Di pasar hewan, aktivitas serupa terus berlangsung. Bau disinfektan menyengat, menjadi penanda keseriusan Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang dalam membendung Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Setiap hari, Satgas PMK diterjunkan langsung ke lapangan. Mereka menyisir kandang peternak kecil hingga pusat peredaran ternak di pasar-pasar.

Langkah ini menjadi garda terdepan untuk menjaga Jombang agar kembali ke status zero kasus. ”Antisipasi terus kita lakukan.

Pasar-pasar kita semprot disinfektan, ternak dari luar Jombang kita periksa secara intensif dan masif,” ujar Kepala Disnak Jombang Moch Saleh.

Ia menjelaskan, munculnya kembali PMK dipicu cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Jombang.

Kondisi lembap dan perubahan suhu membuat daya tahan ternak menurun. Situasi ini diperparah dengan meningkatnya arus lalu lintas ternak antarwilayah, terutama dari pasar-pasar hewan.

Padahal sebelumnya, Jombang sempat berada pada kondisi bebas PMK. Namun dinamika cuaca dan mobilitas ternak membuat potensi penularan kembali terbuka.

Tak hanya mengandalkan pengawasan, Disnak juga memperkuat pendekatan persuasif kepada peternak.

Edukasi dan sosialisasi terus digencarkan melalui petugas lapangan. Peternak diminta rutin menjaga kebersihan kandang, memperhatikan pola pakan, serta segera melapor apabila menemukan gejala sakit pada hewan ternaknya.

”Kalau ada yang sakit, langsung lapor. Kita siapkan obat-obatan dan vitamin,” imbuh Saleh.

Langkah pencegahan lainnya dilakukan melalui vaksinasi. Hingga kini, sebanyak 1.540 dosis vaksin PMK telah disebarkan ke wilayah-wilayah yang dinilai rawan, seperti Kecamatan Wonosalam serta kawasan utara Sungai Brantas. Wilayah tersebut menjadi prioritas karena memiliki populasi ternak cukup besar dan aktivitas jual beli yang relatif tinggi.

Kabar baiknya, tambahan vaksin dari pemerintah pusat dijadwalkan kembali turun pada Februari mendatang. Begitu diterima, vaksin akan langsung disalurkan kepada peternak agar perlindungan ternak bisa semakin optimal.

Upaya cepat ini dilakukan demi menjaga populasi hewan ternak tetap aman, sekaligus memberi rasa tenang bagi peternak rakyat yang menggantungkan hidup dari kandang mereka. Di tengah ketidakpastian cuaca, keberadaan ternak yang sehat menjadi tumpuan ekonomi keluarga. ”Hingga saat ini tidak ada tambahan kasus. Total kemarin 32 kasus, dan ini kita upayakan tidak bertambah lagi. Antisipasi dini terus kita perkuat,” pungkas Saleh.

Disnak Jombang berharap kolaborasi antara pemerintah dan peternak bisa menjadi benteng terakhir menghadang PMK. ”Dengan pengawasan ketat, vaksinasi berkelanjutan, serta kesadaran peternak, target zero kasus di Jombang  optimistis kembali terealisasi,” harapnya.(naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Disnak #Dinas Peternakan #tekan PMK #Jombang #Pemkab Jombang #kasus PMK