Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bakal Ubah Struktur Utama, Proyek Bendung Karet Jatimlerek Jombang Dianggarkan Segini

Ainul Hafidz • Senin, 26 Januari 2026 | 07:02 WIB
Bendung karet Jatimlerek yang bakal direhab tahun ini
Bendung karet Jatimlerek yang bakal direhab tahun ini

RadarJombang.id – Proyek rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek, Plandaan senilai Rp 264 miliar dari APBN mulai berjalan.

Struktur bendung ke depan direncanakan tidak lagi menggunakan sistem karet sebagai peninggi muka air tapi menggunakan pelat baja.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku pemenang tender mulai mendatangkan alat berat ke lokasi.

Pantauan Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (25/1), pekerja sudah sibuk membersihkan tanggul di sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.

Pohon jati dan bambu dipotong, kayu diangkut, dan banner peringatan proyek dipasang. ”Sudah beberapa minggu ini dibersihkan. Katanya alat berat didatangkan hari ini,” ujar Hadi, warga setempat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni menjelaskan, proyek rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek sudah mulai.

”Informasinya memang sudah dimulai. Akhir Desember 2025 itu sudah ada SPMK (Surat Penunjukan Mulai Kerja). Kemudian minggu kedua Januari 2026 dilakukan sosialisasi di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan,” ujar Sultoni.

Pelaksanaan fisik sempat menyesuaikan dengan kondisi debit air Sungai Brantas yang masih tinggi.

Selain itu, koordinasi internal juga masih berlangsung sehingga pelaksana proyek baru bisa turun ke Jombang pada awal 2026.

”Debit air Sungai Brantas masih tinggi, sehingga pelaksana baru sempat ke Jombang,” katanya.

Pada tahap awal pekerjaan yang dilakukan, yakni pembersihan lahan. Salah satunya berupa pemotongan pohon di sisi selatan bendung, tepatnya di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.

”Untuk awal ini pekerjaannya pemotongan pohon dan pembersihan lahan di sisi selatan atau Desa Sudimoro. Masih sebatas pembersihan awal,” jelasnya.

Proyek rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek ini direncanakan berlangsung hingga 2027 dengan skema kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC).

Pada tahun pertama atau 2026 pelaksanaan, fokus pekerjaan pembuatan kisdam.

Terkait teknis rehabilitasi, Sultoni menjelaskan struktur bendung ke depan tidak lagi menggunakan sistem karet seperti saat ini. Sebagai pengganti, akan digunakan pelat baja sebagai peninggi muka air.

”Gambarannya nanti bukan karet lagi sebagai peninggi muka air, tetapi pelat baja. Memang masih ada karet untuk menggerakkan pelat supaya bisa naik-turun,” terangnya.

Selain itu, di atas struktur bendung juga akan dilengkapi pelat yang dapat dimanfaatkan untuk operasional maupun pemeliharaan, dengan lebar setara jalur pejalan kaki.

”Dengan perubahan struktur tersebut, badan karet bendung yang lama kemungkinan akan dibongkar,” imbuhnnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek merupakan proyek strategis nasional dengan nilai pagu mencapai Rp 264 miliar.

Proyek tersebut sudah melalui proses tender dan dimenangkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Bendung Karet Jatimlerek merupakan bendung karet pertama di Sungai Brantas. Bendung ini dibangun pada 1989 dan selesai pada 27 November 1992.

Fungsinya sangat vital dalam mendukung sistem irigasi di wilayah utara Sungai Brantas dengan cakupan lahan sawah mencapai 1.818 hektare.

Air dari Bendung Jatimlerek mengairi lahan pertanian di sejumlah desa, di antaranya Desa Jatimlerek, Karangmojo, Purisemanding di Kecamatan Plandaan, serta Desa Tanggungkramat dan Jatigedong di Kecamatan Ploso.

Selama ini, bendung tersebut beberapa kali mengalami kebocoran yang berdampak pada penurunan elevasi air Sungai Brantas di bagian hulu, sehingga pasokan air ke Intake Saluran Irigasi Jatimlerek tidak optimal.

Pada 2016, BBWS Brantas sempat mengganti badan karet bendung. Namun kebocoran kembali terjadi, terutama pada bentang karet nomor 6 pada 2024 lalu, yang kemudian dilakukan penambalan karet sebagai penanganan sementara. (fid/naz)

Editor : Achmad RW
#anggaran #bendung karet jatimlerek #Proyek #Jombang #rehabilitasi