Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dorong Sekolah Ramah Anak, WCC Jombang Soroti Bullying

Wenny Rosalina • Minggu, 18 Januari 2026 | 05:17 WIB
Ana Abdillah, Direktur WCC
Ana Abdillah, Direktur WCC

Radarjombang.id –  Masih adanya kasus bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah memantik keprihatinan Women Crisis Center (WCC) Jombang

. Mereka mendorong terwujudnya sistem pendidikan yang inklusif, aman, dan berkeadilan gender.

’’Selama ini kami menemukan masih banyak satuan pendidikan yang belum sepenuhnya ramah dan aman bagi anak, terutama anak perempuan dan anak dengan disabilitas. Karena itu, perlu ada kebijakan yang jelas dan tegas,’’ kata Direktur WCC Jombang, Ana Abdillah, (16/1).

Ada lima rekomendasi strategis yang lahir dari berbagai pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Lima rekomendasi tersebut meliputi penguatan sekolah inklusi dengan penyediaan akomodasi layak bagi anak disabilitas.

Integrasi pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) berbasis hak ke dalam kurikulum. Penguatan Sekolah Ramah Anak. Penerapan sekolah Adiwiyata berwawasan lingkungan. Serta penegakan standar pesantren dan madrasah ramah anak.

’’Pendidikan HKSR menjadi sangat penting untuk mencegah kekerasan seksual di lingkungan sekolah,’’ ucapnya. Setiap sekolah harus memiliki kanal pengaduan yang aman, rahasia, dan bebas stigma bagi korban.

’’Anak-anak perlu dibekali pengetahuan tentang tubuh, batasan diri, dan hak mereka. Ini bukan soal tabu, tapi soal perlindungan,’’ tegasnya.

WCC Jombang juga menyoroti perlunya evaluasi nyata terhadap pelaksanaan Sekolah Ramah Anak. Termasuk memastikan satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan (Satgas PPK) berjalan aktif dan efektif.

’’Sekolah tidak boleh justru memberi sanksi akademik kepada korban kekerasan. Perlindungan anak harus menjadi indikator utama kinerja sekolah,’’ tambahnya.

Melalui rekomendasi ini, WCC Jombang berharap pihak terkait dapat bersinergi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berpihak pada korban.

’’Kami berharap rekomendasi ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan dan pengawasan yang berkelanjutan,’’ tegasnya. (wen/jif)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#kasus bulliying #Jombang #WCC Jombang #Kabupaten Jombang #kasus kekerasan